PEKAN 04 - KATAKANA
Bunyinya sudah kamu kenal.
Bentuknya yang baru.
Katakana adalah aksara untuk kata-kata yang datang dari luar Jepang. Semua bunyinya sama dengan hiragana; pekan ini kamu tinggal membiasakan mata dengan bentuknya yang bersudut.
Katakana · 46 huruf · garis ー · bunyi asing · menulis nama sendiri
Tanda ー memperpanjang vokal sebelumnya. Perhatikan juga arah goresan pada huruf yang mirip. Alurnya: kenali huruf → baca kata → cocokkan dengan bendanya.
Coba dulu: baca コーヒー. Huruf mana yang bunyinya diperpanjang oleh ー?
コ dan ヒ. Setiap ー memanjangkan vokal huruf tepat di depannya: コー = koo, ヒー = hii. Jadi コーヒー dibaca ko-o-hi-i, empat ketukan.
Isi Materi
Review cepat Pekan 04
Peta ringkas untuk mengulang. Jika ini kunjungan pertama, lanjutkan ke Bagian 01 dan kembali ke sini saat mengulang.
Lima poin inti pekan ini
- Katakana bunyinya sama dengan hiragana; bentuknya bersudut.
- Tabel 46 katakana tersusun sama persis dengan tabel hiragana.
- Garis ー memanjangkan vokal; huruf vokal kecil menirukan bunyi asing: ケーキ keeki, ティッシュ tisshu, ファイル fairu.
- Beberapa katakana mirip: シ/ツ dan ソ/ン dibedakan oleh arah goresan panjangnya.
- Nama kita pun ditulis dengan katakana: リナ Rina, ブディ Budi.
Kesalahan yang perlu diingat
- スーパー suupaa = supermarket, sedangkan スパ supa = spa. Jangan abaikan ー.
- バッグ baggu = tas, sedangkan バグ bagu = galat program. Jangan abaikan ッ.
- Partikel selalu ditulis dengan hiragana を, bukan ヲ.
- Baca dengan bunyi Jepang: コンピューター konpyuutaa, bukan logat Inggris.
Mengenal katakana: kopi, gelas, dan pertemuan budaya
Bahasa Indonesia dan bahasa Jepang sama-sama menyerap kata dari bahasa Belanda. Koffie menjadi “kopi” dan コーヒー; glas menjadi “gelas” dan ガラス. Katakana adalah jejak pertemuan budaya seperti ini.
kopi · kaca
Perhatikan: dalam bahasa Jepang, ガラス berarti kaca sebagai bahan, bukan gelas minum. Kita bahas di Bagian 07.
Setiap katakana punya pasangan hiragana dengan bunyi yang sama: あ dan ア sama-sama dibaca a; か dan カ dibaca ka.
Katakana tersusun dari garis lurus dan sudut tajam, sehingga terlihat tegas.
Katakana diambil dari potongan kanji. Awalnya dipakai sebagai catatan kecil untuk membantu membaca teks.
阿 → ア ・ 伊 → イ ・ 宇 → ウ ・ 江 → エ ・ 於 → オ
Tujuh katakana yang mirip hiragana
Kemiripan ini bukan kebetulan: setiap pasangan berasal dari kanji yang sama. Pilih satu pasangan untuk membandingkan bentuknya.
Asal-usul katakana lainnya ada di bagian Kanji asal katakana.
Kapan katakana dipakai?
Hiragana dipakai untuk kata asli Jepang dan bagian tata bahasa seperti partikel. Katakana dipakai untuk empat hal berikut. Pilih salah satu untuk melihat contohnya.
Bertemu kata katakana yang asing? Ucapkan pelan-pelan. Sering kali artinya langsung tertebak.
Satu kalimat, dua aksara
Dalam kalimat biasa, katakana dan hiragana bekerja bersama. Kata serapan dan nama negara ditulis dengan katakana; partikel dan akhir kalimat ditulis dengan hiragana.
- の no menghubungkan dua kata benda. Kata sesudah の adalah intinya: インドネシアのコーヒー berarti kopi, dan インドネシア menjelaskan asalnya. Jadi の di sini menunjukkan asal, bukan kepemilikan.
- は ditulis dengan huruf ha, tetapi dibaca wa karena berfungsi sebagai penanda topik: “kalau tentang kopi Indonesia, …”.
- おいしいです oishii desu berarti “enak” dalam bentuk sopan.
- Partikel objek を o selalu ditulis dengan hiragana. Katakana ヲ hampir tidak pernah dipakai.
Pola X の Y dan X は Y です dibahas lengkap di Pekan 06–07. Pekan ini, cukup latih mata membedakan bagian katakana dan hiragana.
Tabel katakana: bentuk baru, bunyi lama
Susunannya sama persis dengan tabel hiragana Pekan 2. Kamu tidak belajar bunyi baru, hanya bentuk baru. Ketuk satu huruf untuk melihat pasangan hiragananya, contoh kata serapan, dan bunyinya.
ヲ hampir tidak pernah dipakai dalam tulisan modern; partikel を selalu ditulis dengan hiragana. Kata asing yang berakhir dengan konsonan diberi vokal tambahan: hotel menjadi ホテル hoteru. Kata serapan juga tidak semuanya dari bahasa Inggris: パン pan berasal dari bahasa Portugis pão.
Baca tanpa melihat romaji
Pilih satu kelompok, baca kelima katanya dalam hati, lalu periksa bacaanmu.
Aturan yang sama, satu tanda baru
Semua yang kamu pelajari di Pekan 3 berlaku juga untuk katakana: tanda ゛ dan ゜, huruf kecil, dan っ kecil. Hanya vokal panjang yang punya tanda sendiri: garis ー.
- Garis ー memanjangkan vokal sebelumnya. ケーキ dibaca keeki. Garis ini menggantikan vokal tambahan yang di hiragana ditulis penuh.
- Arahnya mengikuti arah tulisan: mendatar dalam tulisan mendatar, tegak dalam tulisan tegak.
Hitung ketukannya
Setiap kotak adalah satu ketukan. ー, ッ kecil, dan ン masing-masing dihitung satu ketukan penuh; gabungan seperti シャ dihitung satu ketukan.
Bunyi asing dengan huruf kecil
Bahasa asing punya bunyi yang tidak ada di tabel, misalnya fa, ti, atau we. Katakana menirunya dengan menambahkan huruf vokal kecil ァ ィ ゥ ェ ォ. Huruf besar dan huruf kecil itu dibaca menyatu dalam satu ketukan.
チ dibaca chi dan ジ dibaca ji. Untuk bunyi “ti” dan “di” yang murni, gunakan テ atau デ ditambah ィ kecil: ティ, ディ. Kombinasi ini sangat berguna untuk menulis nama: Siti → シティ, Fitri → フィトリ, Dewi → デウィ.
ヴ jarang dipakai. Kata yang sama sering ditulis dengan baris バ, misalnya ヴァイオリン dan バイオリン baiorin, biola.
Katakana yang mirip tapi berbeda
Beberapa katakana terlihat hampir sama. Kuncinya ada pada arah dan jumlah goresan. Pilih pasangan untuk membandingkannya berdampingan.
Latih tanganmu
Amati urutan goresannya, lalu tiru di kotak latihan. Buku menyarankan menulis シ, ツ, ソ, dan ン masing-masing sepuluh kali.
1 · Amati urutannya
2 · Coba dengan tanganmu
Gunakan jari, pena sentuh, atau mouse. Angkat setelah setiap goresan. Gulir halaman dari luar kotak.
Belum ada goresan.
“Bandingkan tulisan” hanya memeriksa jumlah goresan. Bentuk, arah, dan kerapian perlu kamu bandingkan sendiri dengan contoh.
Kata serapan yang berubah makna
Tidak semua kata serapan berarti sama dengan bahasa asalnya. Sebagian maknanya bergeser, sebagian lagi dipendekkan.
Ambil dua ketukan pertama dari setiap kata, lalu gabungkan: パソ + コン → パソコン pasokon. Pola ini tidak selalu berlaku persis, tetapi membantu menebak arti singkatan baru.
Menulis namamu sendiri
Nama kita ditulis dengan katakana. Tidak ada ejaan tunggal yang resmi, jadi pilih yang paling dekat dengan bunyinya. Empat langkah berikut membantu.
- Pecah per suku kata. Satu suku kata biasanya menjadi satu huruf: Ri-na → リナ.
- Beri vokal pada konsonan akhir. Konsonan t dan d biasanya ditambah o (ト, ド). Konsonan lain biasanya ditambah u (ク, ス, フ, ム, ル).
- Pakai kombinasi untuk bunyi asing. ti → ティ, di → ディ, fi → フィ, wi → ウィ.
- n di akhir menjadi ン. Farhan → ファルハン.
Kalau ragu, lihat ejaan nama yang mirip atau tanyakan kepada penutur asli. Yang penting, pakai ejaan yang sama secara konsisten. Saat memperkenalkan diri, nama sendiri tidak diberi さん.
Permainan tebak menu kafe
Bayangkan kamu duduk di sebuah kafe di Tokyo. Bisakah kamu membaca menunya? Pilih satu menu, baca katakananya, lalu tebak artinya.
Menu kafe di Jepang dipenuhi katakana. Setelah pekan ini, kamu bisa membacanya sendiri.
Cara membaca dan kesalahan umum
Katakana dibaca dengan bunyi Jepang, bukan dengan logat bahasa asalnya.
- Baca per ketukan. テレビ dibaca te-re-bi: tiga ketukan yang sama panjang.
- Tebak dari bunyinya. Ucapkan pelan-pelan, lalu cari kata asing yang mirip: ホテル → hoteru → hotel.
- Jangan membaca dengan logat Inggris. コンピューター dibaca konpyuutaa, bukan computer.
Kata katakana yang panjang terlihat menakutkan, padahal sering kali itu kata yang sudah kamu kenal.
Kosakata dan flashcard
Kata-kata di bawah berasal dari contoh di buku Pekan 04, ditambah satu kelompok pengayaan dari Bank Kosakata N5. Karena semuanya ditulis dengan katakana, tidak ada kanji yang perlu dibaca. Pilih kategori, lalu ketuk kata untuk menampilkannya di panel.
Flashcard
Baca kartunya, ingat artinya, lalu ketuk untuk membalik. Gunakan “Acak urutan” agar urutannya tidak mudah dihafal.
Kanji asal katakana
Kanji dipelajari secara khusus mulai Pekan 05. Bagian ini menunjukkan dari kanji mana setiap katakana berasal, agar bentuknya lebih mudah diingat. Pekan ini tidak ada kanji yang wajib dihafal atau ditulis.
Dalam kamus, onyomi (bacaan yang berasal dari bahasa Tionghoa) biasanya ditulis dengan katakana, sedangkan kunyomi (bacaan asli Jepang) ditulis dengan hiragana. Itulah sebabnya bacaan di panel atas memakai dua aksara yang berbeda. Pola ini akan kamu temui lagi di Pekan 05.
Asal enam katakana lainnya, cukup diketahui: シ ← 之, ヌ ← 奴, ネ ← 祢, ノ ← 乃, ム ← 牟, ヲ ← 乎 (furigana menunjukkan bunyi lama yang dipinjam). Asal ン belum dapat dipastikan.
Coba dulu, lalu periksa
Pilih jawaban. Setiap soal langsung diperiksa dan disertai alasan singkat, baik saat jawabanmu benar maupun belum tepat.
Rencana tujuh hari dan ringkasan
Tujuh hari untuk katakana. Bunyinya sudah kamu kenal, tinggal membiasakan mata. Centang hari yang sudah selesai.
Coba sendiri pekan ini
- Kumpulkan 30 kata katakana dari kemasan produk, menu, atau lirik lagu.
- Tulis namamu dan nama tiga orang terdekatmu dalam katakana di buku catatan.
- Baca kata-kata di Bagian 03 tanpa melihat romaji.
- Masukkan katakana ke aplikasi SRS, berdampingan dengan hiragana pasangannya.
- Latih pasangan シ/ツ dan ソ/ン dengan menulis masing-masing sepuluh kali.
Ringkasan pekan ini
- Katakana punya bunyi yang sama dengan hiragana, dengan bentuk yang bersudut.
- Kata serapan, nama asing, dan bunyi tiruan biasanya ditulis dengan katakana.
- Garis ー memanjangkan vokal dan dihitung satu ketukan.
- Kombinasi seperti ティ, ファ, dan ウィ membantu menulis bunyi asing, termasuk nama kita.
Kanji, aksara pembawa makna.
Adaptasi Pekan 04 dari Buku 1, halaman tercetak 058–073.
Versi HTML mandiri · Materi, latihan, dan contoh pengembangan.
Komentar