Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Tes Sinonim atau Persamaan Kata

Tes Sinonim TPA/TIU: Memahami Persamaan Makna + 40 Soal Latihan
Seri TPA & TIU Kemampuan Verbal 40 Soal Latihan

Tes Sinonim: Bukan Mencari Kata yang Sama, tetapi Makna yang Paling Dekat

Belajar membedakan kata yang benar-benar dekat maknanya dari kata yang hanya terdengar mirip, berada dalam topik yang sama, atau memiliki nuansa penggunaan yang berbeda.

Kategori Kemampuan Verbal
Topik Sinonim
Latihan 40 Soal

Dalam soal sinonim, tugas kita bukan mencari kata yang bentuknya paling mirip dengan kata pada soal. Kita sedang membandingkan jarak makna. Dari beberapa pilihan yang tersedia, manakah yang berada paling dekat dengan gagasan yang ingin disampaikan oleh kata tersebut?

DEKAT MAKNA

Hubungan bunyi, ejaan, dan topik belum tentu menunjukkan hubungan sinonim.

1. Apa yang dimaksud persamaan makna?

Dalam bahasa, kita sering mempunyai beberapa kata yang menunjuk pada gagasan yang serupa.

Misalnya:

LEKAS
SEGERA

Kedua kata tersebut tidak harus muncul pada kalimat yang identik, tetapi keduanya sama-sama membawa gagasan mengenai sesuatu yang dilakukan atau terjadi tanpa menunggu terlalu lama.

Dalam soal sinonim, kita biasanya mencari pilihan dengan kedekatan makna terbaik, bukan membuktikan bahwa dua kata dapat saling menggantikan pada setiap kalimat tanpa perubahan apa pun.

2. Bayangkan kata memiliki “wilayah makna”

Salah satu cara memahami sinonim adalah membayangkan setiap kata mempunyai wilayah makna.

Beberapa kata mempunyai wilayah yang saling bertumpang tindih cukup besar. Kata-kata itulah yang dapat dianggap berdekatan.

Semakin besar tumpang tindih maknanya, semakin dekat hubungan sinonimnya.

Tetapi kedekatan tidak selalu berarti identik. Dua kata masih dapat berbeda dalam tingkat formalitas, situasi pemakaian, atau nuansa perasaan.

3. Hubungan dengan sesuatu bukan berarti sinonim

Misalnya kata LAUT.

Kata kapal, ombak, dan pantai semuanya berhubungan dengan laut.

Tetapi hubungan tersebut tidak membuat ketiganya menjadi sinonim dari laut.

Ini penting karena pilihan pengecoh dapat berupa kata yang secara tema terasa sangat dekat.

Berkaitan ≠ Bersinonim

4. Bentuk kata yang mirip juga belum tentu membantu

Otak kita mudah tertarik kepada pilihan yang tampak familiar. Salah satunya adalah pilihan yang ejaannya menyerupai kata soal.

Padahal yang sedang dibandingkan adalah makna.

Jangan memilih jawaban hanya karena awalan, akhiran, atau bunyinya menyerupai kata pada soal. Tanyakan terlebih dahulu: apakah artinya memang dekat?

5. Mulai dengan arti paling sederhana

Ketika menemukan kata yang cukup sulit, jangan langsung mencari definisi yang panjang.

Cobalah menjawab:

“Kalau harus menjelaskan kata ini dengan bahasa sederhana, apa yang akan saya katakan?”
GAWAT

Bayangkan kalimat: “Kondisi pasien semakin gawat.”

Gagasan utamanya adalah keadaan yang serius atau genting.

Setelah gagasan inti ditemukan, kita lebih mudah membandingkannya dengan pilihan jawaban.

6. Uji dengan kalimat pengganti

Jika tersisa dua pilihan yang terasa sama-sama mungkin, coba masukkan keduanya ke dalam kalimat.

Kalimat:

“Ia tetap tabah menghadapi keadaan tersebut.”

Jika kata tabah diganti dengan tegar, gagasan utamanya masih sangat dekat.

Jika diganti dengan keras, nuansanya berubah cukup jauh.

Teknik ini terutama membantu ketika kita mengenal sebuah kata melalui penggunaannya tetapi sulit memberikan definisinya.

7. Kenali kelas katanya

Kelas kata terkadang dapat membantu mempersempit pilihan.

Kata Jenis Contoh Padanan
lekas Keterangan/sifat segera
mendambakan Kata kerja menginginkan
kecemasan Kata benda kekhawatiran

Ini bukan aturan mutlak, tetapi dapat membantu menghilangkan pilihan yang secara tata bahasa terlalu jauh.

8. Gunakan teknik “inti makna”

Misalnya kita memperoleh kata:

PIAWAI

Daripada langsung mengingat daftar sinonim, uraikan terlebih dahulu gagasan yang dikandungnya:

Memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan sesuatu

Dari sana, kata terampil menjadi kandidat yang kuat.

Teknik ini lebih tahan terhadap variasi soal daripada sekadar menghafal pasangan kata tanpa memahami artinya.

9. Teknik eliminasi untuk sinonim

Kita dapat membuang pilihan melalui beberapa lapisan.

1

Buang lawan makna

Jika kata soal berarti tenang, pilihan yang bermakna gaduh jelas bergerak ke arah sebaliknya.

2

Buang yang tidak berkaitan

Pilihan dari wilayah makna yang sama sekali berbeda dapat dicoret lebih dahulu.

3

Bedakan hubungan dan persamaan

Kata yang sering muncul bersama belum tentu memiliki arti yang sama.

4

Bandingkan dua kandidat terakhir

Gunakan konteks dan inti makna untuk memilih yang paling dekat.

10. Sinonim dapat bergantung pada konteks

Satu kata dapat mempunyai lebih dari satu arti. Akibatnya, padanan terbaik dapat berubah sesuai kalimat.

Kata MENTAH dapat merujuk pada makanan yang belum dimasak.

Tetapi dalam kalimat:

“Data yang diberikan masih mentah.”

Maknanya lebih dekat kepada belum diolah.

Karena itu, jika soal memberikan kalimat, konteks harus memperoleh prioritas.

11. Jangan terjebak pada kata yang lebih populer

Pilihan yang paling sering kita dengar belum tentu jawaban yang paling tepat.

Terkadang satu pilihan mempunyai kedekatan makna umum, tetapi pilihan lain lebih tepat untuk konteks yang sedang dibahas.

Familiar ≠ Paling Tepat

12. Bagaimana jika kata soal tidak dikenal?

Jangan langsung menghabiskan waktu lama.

Lakukan tiga hal:

Periksa bentuk kata

Awalan, akhiran, atau penggunaan kata kadang memberi petunjuk, walaupun tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar.

Periksa pilihan

Kita mungkin tidak mengenal kata soal, tetapi mengenal empat dari lima pilihan.

Eliminasi yang mustahil

Kurangi kandidat sebelum membuat keputusan.

Jaga budget waktu

Jika tidak ada kemajuan, lanjutkan sesuai strategi tes dan aturan navigasi yang berlaku.

13. Kosakata lebih efektif dipelajari dalam konteks

Menghafal:

“Piawai = terampil”

memang dapat membantu. Namun akan lebih kuat jika ditambahkan kalimat:

“Ia piawai mengoperasikan alat ukur tersebut.”

Sekarang kita tidak hanya mengetahui pasangan katanya, tetapi juga memperoleh gambaran bagaimana kata tersebut digunakan.

14. Contoh soal

Kata yang paling dekat maknanya dengan JITU adalah...

A. Samar
B. Tepat
C. Lambat
D. Luas
E. Dangkal

Lihat pembahasan

Jawaban: B. Tepat.

Jitu digunakan untuk sesuatu yang mengenai sasaran atau bekerja dengan ketepatan tinggi. Dari pilihan yang tersedia, “tepat” mempunyai inti makna paling dekat.

Perhatikan kalimat: “Jalan menuju desa itu tampak lengang.” Makna kata lengang yang paling dekat adalah...

A. Sempit
B. Rusak
C. Gelap
D. Sepi
E. Jauh

Lihat pembahasan

Jawaban: D. Sepi.

Konteksnya menggambarkan kondisi jalan yang tidak ramai. Karena itu, “sepi” merupakan padanan yang paling sesuai.

Latihan Tes Sinonim — 40 Soal

Soal 1–25 menggunakan bentuk kata langsung. Soal 26–40 menggunakan konteks kalimat agar Anda juga berlatih menentukan makna berdasarkan penggunaan kata.

Soal 1

Cakap

A. Lamban B. Mahir C. Keras D. Ragu E. Sempit
Soal 2

Lekas

A. Segera B. Lambat C. Jarang D. Padat E. Diam
Soal 3

Ampuh

A. Bising B. Manjur C. Lunak D. Rumit E. Hemat
Soal 4

Gawat

A. Genting B. Aman C. Lega D. Wajar E. Longgar
Soal 5

Jitu

A. Kabur B. Tepat C. Luas D. Kasar E. Singkat
Soal 6

Lumrah

A. Ganjil B. Wajar C. Langka D. Asing E. Sempit
Soal 7

Gersang

A. Tandus B. Subur C. Teduh D. Basah E. Sejuk
Soal 8

Tabah

A. Rapuh B. Tegar C. Gaduh D. Ragu E. Lalai
Soal 9

Cendekia

A. Terpelajar B. Ceroboh C. Pendiam D. Miskin E. Keras
Soal 10

Niscaya

A. Mungkin B. Pasti C. Lambat D. Sebentar E. Kabur
Soal 11

Serasi

A. Janggal B. Selaras C. Renggang D. Terpencar E. Lemah
Soal 12

Bimbang

A. Yakin B. Ragu C. Marah D. Senang E. Cepat
Soal 13

Cemas

A. Khawatir B. Tenang C. Berani D. Yakin E. Puas
Soal 14

Tenteram

A. Gaduh B. Damai C. Keras D. Sempit E. Redup
Soal 15

Kendati

A. Sebab B. Meskipun C. Sehingga D. Kemudian E. Supaya
Soal 16

Bengis

A. Ramah B. Kejam C. Lemah D. Sabar E. Malu
Soal 17

Piawai

A. Terampil B. Ceroboh C. Kaku D. Lamban E. Polos
Soal 18

Rona

A. Suara B. Warna C. Ukuran D. Rasa E. Aroma
Soal 19

Culas

A. Jujur B. Curang C. Polos D. Rajin E. Hemat
Soal 20

Pelik

A. Sederhana B. Rumit C. Luas D. Cepat E. Tenang
Soal 21

Kukuh

A. Goyah B. Teguh C. Longgar D. Lunak E. Samar
Soal 22

Rancu

A. Jelas B. Kacau C. Tenang D. Ringkas E. Tepat
Soal 23

Timpang

A. Seimbang B. Tidak seimbang C. Lurus D. Sejajar E. Bulat
Soal 24

Kian

A. Semakin B. Jarang C. Seketika D. Dahulu E. Sementara
Soal 25

Mendambakan

A. Menghindari B. Menginginkan C. Menyembunyikan D. Membatalkan E. Mengurangi
Soal 26

Suasana diskusi sempat memanas, tetapi moderator berhasil meredakan keadaan. Makna kata “meredakan” yang paling dekat adalah...

A. Membesarkan B. Menenangkan C. Menunda D. Mengabaikan E. Memisahkan
Soal 27

Data hasil survei tersebut masih mentah dan belum dapat langsung digunakan untuk membuat laporan. Makna “mentah” dalam kalimat tersebut adalah...

A. Sangat baru B. Belum diolah C. Keliru D. Rahasia E. Lengkap
Soal 28

Ia menjelaskan masalah tersebut dengan bahasa yang lugas. Makna yang paling dekat adalah...

A. Puitis B. Samar C. Langsung dan jelas D. Sangat panjang E. Emosional
Soal 29

Rencana pembangunan fasilitas itu akhirnya kandas karena pendanaan tidak tersedia. Makna “kandas” adalah...

A. Berkembang B. Berubah C. Tertunda D. Gagal E. Dimulai
Soal 30

Keputusan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Makna “kecaman” yang paling dekat adalah...

A. Kritik keras B. Pujian C. Permintaan D. Persetujuan E. Kebingungan
Soal 31

Jumlah pengunjung merosot setelah musim liburan berakhir. Makna “merosot” adalah...

A. Bertahan B. Melonjak C. Menurun D. Berpindah E. Berhenti
Soal 32

Menjelang tengah malam, jalan di kawasan itu semakin lengang. Makna yang paling dekat adalah...

A. Ramai B. Sempit C. Gelap D. Sepi E. Rusak
Soal 33

Ia enggan memberikan komentar sebelum seluruh data diperiksa. Makna “enggan” adalah...

A. Sangat ingin B. Tidak bersedia C. Tidak mampu D. Lupa E. Terpaksa
Soal 34

Usaha memperbaiki perangkat itu menjadi sia-sia karena komponennya sudah rusak total. Makna yang paling dekat adalah...

A. Sangat mahal B. Terlalu sulit C. Terlambat D. Tidak disengaja E. Tidak membuahkan hasil
Soal 35

Kedua pihak sempat bersitegang mengenai pembagian tugas. Makna yang paling dekat adalah...

A. Berselisih B. Bekerja sama C. Beristirahat D. Berunding E. Berpisah tempat
Soal 36

Manajer mengambil keputusan secara bijak setelah mendengarkan seluruh pihak. Makna “bijak” dalam konteks tersebut paling dekat dengan...

A. Terburu-buru B. Keras kepala C. Penuh pertimbangan D. Tidak peduli E. Sangat lambat
Soal 37

Petunjuk yang diberikan terlalu ambigu sehingga peserta menafsirkannya dengan cara berbeda. Makna “ambigu” adalah...

A. Sangat rinci B. Memungkinkan lebih dari satu penafsiran C. Terlalu pendek D. Benar seluruhnya E. Tidak tertulis
Soal 38

Informasi tersebut sangat krusial bagi keberhasilan penelitian. Makna yang paling dekat adalah...

A. Rahasia B. Sementara C. Meragukan D. Sangat penting E. Sulit ditemukan
Soal 39

Juru bicara segera menepis tuduhan yang beredar. Makna “menepis” dalam kalimat tersebut adalah...

A. Menyangkal B. Membenarkan C. Menambahkan D. Mengulangi E. Menyebarkan
Soal 40

Pembahasan masalah tersebut berlarut-larut hingga malam. Makna yang paling dekat adalah...

A. Berhenti mendadak B. Sangat singkat C. Berkepanjangan D. Tidak dimulai E. Dilakukan diam-diam
Lihat Kunci Jawaban
1. B
2. A
3. B
4. A
5. B
6. B
7. A
8. B
9. A
10. B
11. B
12. B
13. A
14. B
15. B
16. B
17. A
18. B
19. B
20. B
21. B
22. B
23. B
24. A
25. B
26. B
27. B
28. C
29. D
30. A
31. C
32. D
33. B
34. E
35. A
36. C
37. B
38. D
39. A
40. C
Lihat Pembahasan 40 Soal
1. B — Mahir.
Cakap dapat menggambarkan seseorang yang memiliki kemampuan baik dalam melakukan sesuatu. Makna terdekatnya adalah mahir.
2. A — Segera.
Lekas mengandung gagasan melakukan sesuatu tanpa menunggu lama.
3. B — Manjur.
Ampuh biasanya digunakan untuk sesuatu yang mempunyai daya atau hasil yang efektif. Manjur mempunyai makna dekat dalam konteks tersebut.
4. A — Genting.
Gawat menunjukkan keadaan yang serius dan membutuhkan perhatian.
5. B — Tepat.
Jitu digunakan untuk sesuatu yang mengenai sasaran atau sangat tepat.
6. B — Wajar.
Lumrah berarti biasa terjadi atau dianggap wajar.
7. A — Tandus.
Gersang menggambarkan keadaan kering dan kurang subur.
8. B — Tegar.
Tabah berkaitan dengan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan.
9. A — Terpelajar.
Cendekia berkaitan dengan kecerdasan, pengetahuan, atau keadaan seseorang yang terpelajar.
10. B — Pasti.
Niscaya digunakan untuk menyatakan sesuatu yang pasti atau hampir tidak dapat dielakkan.
11. B — Selaras.
Serasi menggambarkan dua atau lebih hal yang cocok dan membentuk keselarasan.
12. B — Ragu.
Bimbang menunjukkan keadaan tidak mantap dalam menentukan pilihan.
13. A — Khawatir.
Cemas dan khawatir sama-sama menggambarkan kegelisahan terhadap kemungkinan sesuatu terjadi.
14. B — Damai.
Tenteram menunjukkan keadaan aman, tenang, dan tidak gaduh.
15. B — Meskipun.
Kendati digunakan untuk menyatakan hubungan konsesif, sehingga dekat dengan “meskipun”.
16. B — Kejam.
Bengis menggambarkan sifat keras dan tidak berbelas kasih.
17. A — Terampil.
Piawai menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengerjakan sesuatu.
18. B — Warna.
Rona dapat digunakan untuk menyebut warna atau corak yang tampak.
19. B — Curang.
Culas berkaitan dengan ketidakjujuran atau kecurangan.
20. B — Rumit.
Pelik berarti sukar, rumit, atau tidak sederhana.
21. B — Teguh.
Kukuh menunjukkan keadaan yang kuat, mantap, dan tidak mudah goyah.
22. B — Kacau.
Rancu menggambarkan sesuatu yang tidak tersusun atau tidak jelas karena bercampur secara tidak tepat.
23. B — Tidak seimbang.
Timpang menggambarkan kondisi yang tidak seimbang atau berat sebelah.
24. A — Semakin.
Kian digunakan untuk menunjukkan peningkatan atau perubahan yang terus berlangsung.
25. B — Menginginkan.
Mendambakan berarti sangat menginginkan atau berharap memperoleh sesuatu.
26. B — Menenangkan.
Dalam konteks konflik yang memanas, meredakan berarti membuat keadaan menjadi lebih tenang.
27. B — Belum diolah.
Konteks menyebut data belum dapat langsung digunakan. Karena itu, “mentah” berarti belum mengalami proses pengolahan.
28. C — Langsung dan jelas.
Bahasa yang lugas menyampaikan inti persoalan secara jelas tanpa banyak unsur yang berbelit.
29. D — Gagal.
Rencana yang kandas adalah rencana yang tidak berhasil diwujudkan.
30. A — Kritik keras.
Kecaman merupakan ungkapan kritik atau ketidaksetujuan yang kuat.
31. C — Menurun.
Konteks jumlah pengunjung menunjukkan bahwa merosot berarti berkurang.
32. D — Sepi.
Lengang menunjukkan keadaan yang tidak ramai.
33. B — Tidak bersedia.
Enggan berarti tidak ingin atau tidak bersedia melakukan sesuatu.
34. E — Tidak membuahkan hasil.
Sia-sia menggambarkan tindakan yang tidak menghasilkan manfaat atau hasil yang diharapkan.
35. A — Berselisih.
Bersitegang menggambarkan hubungan yang sedang tegang karena perbedaan atau perselisihan.
36. C — Penuh pertimbangan.
Keputusan bijak dibuat dengan pertimbangan yang baik, bukan secara terburu-buru.
37. B — Memungkinkan lebih dari satu penafsiran.
Sesuatu disebut ambigu apabila maknanya tidak tunggal dan dapat ditafsirkan dengan lebih dari satu cara.
38. D — Sangat penting.
Krusial menunjukkan sesuatu yang memiliki arti sangat penting terhadap hasil atau perkembangan suatu keadaan.
39. A — Menyangkal.
Dalam konteks tuduhan, menepis berarti menolak atau menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
40. C — Berkepanjangan.
Berlarut-larut berarti berlangsung lebih lama dan tidak segera selesai.

15. Cara membaca hasil latihan

Untuk latihan ini, kita dapat menggunakan hasilnya sebagai gambaran awal penguasaan kosakata.

Jawaban Benar Interpretasi Latihan
0–15 Prioritaskan penambahan kosakata dasar dan latihan memahami kata dalam kalimat.
16–25 Fondasi sudah ada, tetapi masih terdapat cukup banyak wilayah kosakata yang perlu diperluas.
26–34 Kemampuan memahami persamaan makna pada latihan ini sudah cukup baik.
35–40 Penguasaan kosakata dan konteks pada latihan ini tergolong kuat.
Pembagian tersebut hanya digunakan untuk evaluasi latihan di halaman ini. Angka tersebut bukan konversi skor resmi TPA, TIU, ataupun seleksi tertentu.

16. Buat bank kosakata pribadi

Setiap menemukan kata baru, jangan hanya menyimpan satu pasangan sinonim.

Gunakan format seperti ini:

Kata: Piawai

Inti makna: memiliki keterampilan yang baik

Padanan: terampil, mahir

Contoh: “Teknisi itu piawai memperbaiki perangkat elektronik.”

Dengan cara tersebut, satu kata tersimpan bersama jaringan maknanya, bukan sebagai hafalan terpisah.

17. Ringkasan strategi

Pahami arti → Cari inti makna → Eliminasi → Uji konteks → Pilih
Fokus pada makna Jangan tertipu kemiripan bunyi atau tulisan.
Bedakan hubungan dan sinonim Dua kata yang berada dalam satu topik belum tentu mempunyai arti sama.
Gunakan kalimat Konteks membantu ketika definisi kata terasa samar.
Cari inti makna Uraikan kata sulit menjadi gagasan yang lebih sederhana.
Gunakan eliminasi Kurangi pilihan sebelum membandingkan kandidat terakhir.
Bangun kosakata Catat arti, padanan, dan contoh penggunaannya sekaligus.

Catatan Penyusunan Materi

Buku referensi yang digunakan dalam seri ini membantu mengidentifikasi tes persamaan kata sebagai salah satu bentuk latihan kemampuan verbal dan menunjukkan pentingnya pemahaman kosakata dalam mengerjakannya.

Konsep umum mengenai kedekatan makna juga digunakan sebagai dasar untuk menentukan kompetensi yang perlu diajarkan.

Struktur pembelajaran, analogi “wilayah makna”, teknik inti makna, contoh, urutan strategi, 40 soal latihan, pilihan jawaban, kalimat kontekstual, kunci, dan seluruh pembahasan pada halaman ini disusun secara mandiri untuk materi FaridSensei.com.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🧠 Materi TPA & TIU 🏠 Beranda