Simulasi Distribusi Kecepatan pada Saluran Terbuka
Distribusi Kecepatan pada Saluran Terbuka
Simulasi 2D ini memperlihatkan bahwa kecepatan tidak seragam di seluruh penampang. Aliran cenderung lebih cepat di bagian tengah dan sedikit di bawah muka air, sedangkan pengaruh gesekan membuat aliran lebih lambat di dekat dasar serta tanggul. Ubah geometri, kemiringan, dan kekasaran Manning untuk melihat perubahan pola dan besar kecepatannya.
1. Pengaturan parameter
2. Visualisasi simulasi
3. Pembacaan hasil
| Komponen | Nilai | Interpretasi pembelajaran |
|---|
4. Grafik profil kecepatan
5. Teori lengkap
A. Cara menggunakan simulasi
- Pilih bentuk saluran: persegi, trapesium, atau segitiga.
- Atur lebar, kedalaman, kemiringan sisi, kemiringan dasar, serta nilai Manning.
- Amati perbedaan kecepatan partikel pada lintasan tampak samping.
- Bandingkan gerak partikel pada tampak samping.
- Baca hasil rata-rata, profil vertikal, dan profil lateral.
B. Geometri penampang
Untuk saluran trapesium dengan lebar dasar b, kedalaman y, dan kemiringan sisi z horizontal terhadap satu vertikal:
Pada saluran persegi, z = 0. Pada saluran segitiga, b = 0.
C. Kecepatan rata-rata menurut Manning
Persamaan Manning menghasilkan kecepatan rata-rata penampang. Ia tidak langsung memberikan kecepatan di setiap titik. Karena itu, simulator terlebih dahulu menghitung kecepatan rata-rata, kemudian membentuk distribusi lokal yang rata-ratanya dikalibrasikan kembali agar sama dengan nilai Manning.
D. Kekasaran komposit dasar dan dinding
Jika dasar dan dinding mempunyai nilai Manning berbeda, simulator memakai pendekatan kekasaran komposit berbasis pembagian perimeter basah:
Akibatnya, peningkatan kekasaran dasar atau tanggul akan menaikkan n ekuivalen dan menurunkan kecepatan rata-rata. Kekasaran dinding yang tinggi juga memperlebar zona kecepatan rendah di dekat tanggul.
E. Mengapa kecepatan lokal tidak seragam?
- Dekat dasar: tegangan geser dan kondisi tanpa-slip menurunkan kecepatan menuju nol tepat pada batas padat.
- Dekat tanggul: gesekan lateral menurunkan kecepatan.
- Bagian tengah: pengaruh kedua batas lebih kecil sehingga kecepatannya lebih tinggi.
- Dekat permukaan: kecepatan besar, tetapi kecepatan maksimum dapat muncul sedikit di bawah permukaan akibat sirkulasi sekunder dan fenomena velocity dip.
F. Bilangan Froude dan tegangan geser
Fr < 1 menunjukkan aliran subkritis, sedangkan Fr > 1 menunjukkan aliran superkritis. Tegangan geser rata-rata memberi gambaran gaya penggerak yang bekerja pada dasar dan dinding saluran.
G. Pengaruh parameter
| Parameter dinaikkan | Pengaruh utama | Yang terlihat pada simulasi |
|---|---|---|
| Kemiringan dasar S | Kecepatan dan debit meningkat | Warna bergeser ke kuning–jingga dan partikel bergerak lebih cepat |
| Manning dasar | Kecepatan rata-rata menurun | Zona lambat dekat dasar menjadi lebih kuat |
| Manning tanggul | Kecepatan rata-rata menurun | Zona lambat dekat sisi melebar |
| Kedalaman | Luas dan jari-jari hidrolik berubah | Debit dan bentuk distribusi berubah |
| Lebar saluran | Proporsi pengaruh dinding berubah | Saluran lebar mempunyai bagian tengah yang relatif lebih dominan |
H. Contoh perhitungan kondisi aktif
I. Eksperimen pembelajaran
- Bandingkan beton halus dan saluran tanah dengan geometri serta kemiringan yang sama.
- Pilih preset tanggul bervegetasi, lalu bandingkan kecepatan di tengah dan dekat tanggul.
- Naikkan kemiringan dasar tanpa mengubah parameter lain.
- Bandingkan penampang persegi dan trapesium dengan luas yang mendekati sama.
- Ubah elevasi profil lateral untuk membandingkan profil dekat dasar dan dekat permukaan.
Komentar