Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Hari 025 dari 365 Menuju IELTS Band 7+ — Listening Section 2: Monologue and Map

Hari 025 dari 365 Menuju IELTS Band 7+: Listening Section 2: Monologue and Map
Hari 025 Minggu 4 Listening

Listening Section 2: Monologue and Map

Hari kedua puluh lima dari perjalanan 365 hari menuju IELTS Band 7+: memahami monolog sehari-hari, pengumuman, fasilitas, tur, arah, dan soal map labelling.

Target Pemula–Menengah
Level Fondasi Band 5–6
Fokus Section 2 & Map

Setelah belajar Section 1, hari ini kita masuk ke IELTS Listening Section 2. Bagian ini biasanya berupa monologue, yaitu satu orang berbicara tentang situasi sehari-hari. Topiknya bisa berupa pengumuman di museum, informasi fasilitas kampus, tur taman, acara komunitas, atau penjelasan denah sebuah tempat. Salah satu bentuk soal yang sering membuat peserta bingung adalah map labelling.

Go straight ahead

Section 2 — dengarkan arah, lokasi, fasilitas, dan perubahan fokus pembicara.

1. Apa itu Listening Section 2?

Listening Section 2 adalah bagian listening yang biasanya berisi monolog dalam konteks sosial atau sehari-hari. Berbeda dengan Section 1 yang berupa percakapan dua orang, Section 2 biasanya hanya satu orang yang memberikan informasi kepada pendengar.

Misalnya, seseorang menjelaskan fasilitas di pusat olahraga, pemandu wisata menjelaskan rute tur, panitia menjelaskan acara komunitas, atau petugas menjelaskan denah gedung. Karena hanya satu pembicara, kita perlu mengikuti alur informasi dengan baik.

Section 2 = monologue + everyday public information facilities, events, tours, maps, directions, public announcements
Catatan penting: Section 2 biasanya lebih sulit daripada Section 1 karena informasinya lebih panjang dan tidak selalu berupa tanya jawab yang mudah diikuti.

2. Topik yang sering muncul di Section 2

Topik Section 2 masih termasuk konteks sehari-hari, tetapi biasanya lebih panjang daripada Section 1. Kita perlu memahami informasi umum sekaligus detail lokasi, jadwal, atau fasilitas.

Topik Contoh Situasi Informasi yang Dicari
Tour Pemandu menjelaskan rute tur museum atau taman. Arah, lokasi, fasilitas, urutan tempat.
Public facility Penjelasan tentang pusat olahraga atau perpustakaan. Jam buka, fasilitas, biaya, aturan.
Community event Pengumuman acara lokal atau festival. Jadwal, kegiatan, tempat, pendaftaran.
Campus / training centre Orientasi fasilitas kampus atau tempat kursus. Ruang, layanan, denah, aturan penggunaan.

3. Jenis soal yang sering muncul

Section 2 bisa memiliki beberapa jenis soal. Yang paling sering adalah pilihan ganda, mencocokkan informasi, note completion, dan map labelling.

Jenis Soal Apa yang Diuji? Tantangan
Multiple choice Memilih informasi yang benar dari beberapa opsi. Banyak distractor dan paraphrase.
Matching Mencocokkan tempat, kegiatan, atau fasilitas. Opsi bisa disebut tidak berurutan.
Note completion Mengisi catatan singkat dari monolog. Perlu mengikuti alur informasi.
Map labelling Menentukan lokasi pada peta atau denah. Perlu memahami arah dan posisi.
Kesalahan umum: peserta sering melihat map terlalu lama sampai kehilangan audio. Map penting, tetapi tetap harus mengikuti suara pembicara.

4. Strategi umum untuk Section 2

Karena Section 2 berupa monolog, kita harus siap mengikuti urutan informasi. Sebelum audio dimulai, baca judul, lihat jenis soal, dan prediksi konteks.

Identify context → Predict flow → Follow the speaker Kenali situasi, prediksi alur, lalu ikuti perpindahan informasi.
Langkah Apa yang Dilakukan? Tujuan
1. Baca judul/heading Lihat apakah topiknya museum, taman, gedung, acara, atau fasilitas. Memahami konteks sebelum audio.
2. Lihat urutan soal Perhatikan nomor soal dan lokasi blank/options. Mengikuti alur audio.
3. Prediksi kata kunci Perhatikan noun, tempat, arah, kegiatan, atau waktu. Mengarahkan fokus listening.
4. Dengarkan paraphrase Jangan menunggu kata yang sama persis dengan soal. Menghindari kehilangan jawaban.
5. Tetap maju Jika kehilangan satu jawaban, lanjut ke nomor berikutnya. Tidak kehilangan banyak poin.

5. Apa itu map labelling?

Map labelling adalah jenis soal di mana kita harus menentukan lokasi pada peta atau denah berdasarkan audio. Biasanya, pembicara menjelaskan rute, posisi fasilitas, atau lokasi beberapa ruangan.

Soal ini bisa terasa sulit karena kita harus mendengar sambil melihat peta. Kita perlu memahami kata arah seperti opposite, next to, on the left, at the end of, dan between.

Map labelling = listening + spatial thinking Dengarkan arah, bayangkan posisi, lalu cocokkan dengan peta.
Tips penting: sebelum audio dimulai, cari titik awal pada peta. Biasanya pembicara akan memulai dari entrance, reception, gate, atau “you are here”.

6. Kosakata arah yang wajib dikenal

Kosakata arah adalah kunci map labelling. Berikut beberapa frasa yang sering muncul.

Frasa Arti Contoh
on the left di sebelah kiri The café is on the left.
on the right di sebelah kanan The library is on the right.
next to di sebelah The shop is next to the entrance.
opposite berseberangan dengan The office is opposite the café.
between di antara The toilet is between the café and the shop.
at the end of di ujung The gallery is at the end of the corridor.
in the corner di sudut The information desk is in the corner.
go straight ahead jalan lurus ke depan Go straight ahead and turn left.

7. Kata kerja arah dalam map listening

Selain preposition, kita juga perlu memahami kata kerja yang menunjukkan pergerakan dalam peta.

Frasa Arti Contoh Audio
turn left belok kiri Turn left after the reception desk.
turn right belok kanan Turn right at the main hall.
go past melewati Go past the café and you will see the shop.
cross menyeberangi Cross the bridge to reach the garden.
follow mengikuti Follow the path until you reach the lake.
continue terus lanjut Continue along the corridor.
Hati-hati: jangan melihat kiri-kanan dari sudut pandang diri sendiri jika peta punya arah tertentu. Ikuti orientasi pembicara dan titik awal pada peta.

8. Strategi khusus map labelling

Map labelling perlu strategi khusus karena mata dan telinga bekerja bersamaan. Jangan menatap semua bagian peta secara acak. Ikuti rute pembicara.

Langkah Apa yang Dilakukan? Contoh Fokus
1. Cari titik awal Temukan entrance, gate, reception, atau “you are here”. main entrance
2. Lihat arah peta Perhatikan north, left/right, jalan, koridor, atau jalur. north side / main path
3. Tandai landmark Perhatikan tempat yang sudah diberi label. café, lake, reception
4. Ikuti rute Jangan melompat-lompat di peta. go straight, turn left, opposite
5. Waspadai koreksi Audio bisa mengubah arah atau menyebut lokasi yang mirip. not the first building, but the second one
Tips: saat latihan, jangan hanya cek jawaban benar. Dengarkan ulang audio dan gambar rute pembicara dengan jari di atas peta.

9. Contoh gaya audio map labelling

Berikut contoh gaya kalimat yang mungkin muncul dalam soal map.

Example 1
When you enter the building, the reception desk is directly in front of you.
Reception berada tepat di depan pintu masuk.
Example 2
The café is on your left, opposite the information desk.
Café di kiri dan berseberangan dengan information desk.
Example 3
The children’s area is at the end of the corridor, next to the toilets.
Children’s area di ujung koridor, dekat toilet.
Example 4
The exhibition room is not the first room on the right, but the second one.
Hati-hati distractor: bukan ruangan kanan pertama, tetapi yang kedua.

10. Distractors dalam Section 2

Section 2 juga memiliki distractors. Pembicara bisa menyebut satu tempat, lalu mengatakan bahwa tempat itu bukan jawaban. Atau pembicara menyebut informasi lama, lalu memperbaruinya.

Distractor
The café used to be next to the entrance, but it has now moved to the far end of the hall.
Jawaban sekarang: far end of the hall, bukan next to the entrance.
Distractor
You might think the gift shop is opposite the café, but that is actually the information desk.
Opposite the café adalah information desk, bukan gift shop.
Ringkasnya: jangan hanya menangkap kata kunci. Dengarkan hubungan antar kata: used to be, now, not, but, actually.

11. Section 2 tanpa map: pengumuman dan fasilitas

Tidak semua Section 2 memakai map. Kadang soalnya berupa pengumuman tentang fasilitas atau acara. Dalam bentuk ini, perhatikan kategori informasi seperti jadwal, biaya, aturan, dan fasilitas.

Kategori Contoh Audio Yang Perlu Ditangkap
Schedule The workshop starts at 10 a.m. and finishes at noon. Waktu mulai dan selesai.
Facilities Visitors can use the café, lockers, and reading room. Fasilitas yang tersedia.
Rules Food is not allowed in the exhibition area. Aturan atau larangan.
Registration Participants need to register online before Friday. Cara dan batas pendaftaran.

12. Kosakata penting hari ini

Kosakata berikut sangat berguna untuk Listening Section 2, terutama map dan monologue.

Kata / Frasa Arti Contoh Konteks
entrance pintu masuk The entrance is on the north side.
reception meja resepsionis Go to reception to collect your ticket.
corridor koridor The office is at the end of the corridor.
opposite berseberangan The café is opposite the shop.
next to di sebelah The toilets are next to the café.
facilities fasilitas The centre has excellent facilities.
exhibition pameran The exhibition is held in the main hall.
guided tour tur berpemandu A guided tour starts every hour.

13. Useful phrases hari ini

Frasa berikut sering muncul dalam Section 2 dan map labelling.

Phrase 1
Go straight ahead and turn left.
Jalan lurus ke depan lalu belok kiri.
Phrase 2
It is opposite the main entrance.
Tempat itu berseberangan dengan pintu masuk utama.
Phrase 3
The room is at the end of the corridor.
Ruangan itu berada di ujung koridor.
Phrase 4
Visitors are advised to arrive early.
Pengunjung disarankan datang lebih awal.

14. Kesalahan umum pemula

a. Tidak menemukan titik awal peta

Jika tidak tahu pembicara mulai dari mana, arah berikutnya akan sulit diikuti. Selalu cari entrance, reception, gate, atau tanda “you are here”.

b. Terlalu fokus pada satu jawaban yang hilang

Jika satu nomor terlewat, jangan berhenti terlalu lama. Lanjutkan ke soal berikutnya agar tidak kehilangan beberapa jawaban sekaligus.

c. Tidak mengenali paraphrase

Pembicara mungkin tidak memakai kata yang sama dengan soal. Misalnya, soal memakai children’s area, audio bisa menyebut space for young visitors.

d. Tertukar left dan right

Saat panik, left dan right sering tertukar. Latih mengikuti arah dengan jari saat mendengar audio.

Ringkasnya: map labelling bukan hanya soal vocabulary, tetapi juga kemampuan mengikuti alur dan orientasi ruang.

15. Latihan pemahaman

Coba Sendiri

Jawab pertanyaan berikut berdasarkan materi hari ini.

  1. Apa perbedaan utama Section 1 dan Section 2?
  2. Apa itu map labelling?
  3. Mengapa titik awal peta penting?
  4. Sebutkan lima frasa arah yang sering muncul dalam map listening.
  5. Apa yang harus dilakukan jika satu jawaban terlewat?
Tips menjawab:
Fokus pada strategi: titik awal, landmark, arah, paraphrase, dan jangan berhenti terlalu lama pada satu soal.
Lihat contoh jawaban
  1. Section 1 biasanya percakapan dua orang, sedangkan Section 2 biasanya monolog satu orang.
  2. Map labelling adalah soal menentukan lokasi pada peta atau denah berdasarkan audio.
  3. Karena semua arah berikutnya bergantung pada posisi awal pembicara.
  4. On the left, on the right, opposite, next to, between, at the end of, go straight ahead.
  5. Lanjut ke soal berikutnya agar tidak kehilangan lebih banyak jawaban.

16. Latihan arah tanpa audio

Coba Terjemahkan Arah

Terjemahkan frasa berikut ke bahasa Indonesia.

  1. opposite the main entrance
  2. next to the café
  3. at the end of the corridor
  4. between the library and the shop
  5. go straight ahead and turn right
Tips:
Jangan hanya hafal arti kata. Bayangkan posisi tempatnya dalam peta.
Lihat contoh jawaban arah
  1. Berseberangan dengan pintu masuk utama.
  2. Di sebelah kafe.
  3. Di ujung koridor.
  4. Di antara perpustakaan dan toko.
  5. Jalan lurus ke depan lalu belok kanan.

17. Latihan prediksi soal map

Coba Prediksi Fokus Listening

Bayangkan Anda melihat map dengan label berikut: Entrance, Café, Garden, Information Desk, dan beberapa lokasi kosong. Informasi apa yang harus Anda perhatikan?

  1. Titik awal pembicara
  2. Landmark yang sudah diberi label
  3. Arah kiri/kanan
  4. Frasa opposite, next to, between
  5. Urutan rute pembicara
Target:
Saat audio berjalan, gunakan landmark yang sudah ada untuk menemukan lokasi yang belum diberi label.
Lihat contoh strategi

Mulai dari Entrance. Ikuti pembicara jika ia berkata “go straight ahead”, lalu perhatikan apakah tempat berikutnya berada di kiri, kanan, berseberangan, atau di ujung jalan. Gunakan Café, Garden, dan Information Desk sebagai titik bantu untuk menemukan lokasi kosong.

18. Ringkasan hari ini

Materi utama Listening Section 2: Monologue and Map
Ciri Section 2 Monolog dalam konteks sehari-hari, seperti fasilitas umum, tur, acara, atau pengumuman.
Soal penting Multiple choice, matching, note completion, dan map labelling.
Fokus map Titik awal, landmark, arah, posisi, dan perpindahan pembicara.
Kesalahan umum Tertukar kiri/kanan, kehilangan titik awal, terlalu lama berhenti pada satu soal, dan tidak mengenali distractor.
Target latihan Bisa mengikuti monolog dan memahami arah atau posisi dalam peta dengan lebih tenang.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🏠 Beranda