Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Hari 014 dari 60 Persiapan Kuliah di Luar Negeri: Skill Bahasa — TOEFL, IELTS, dan Bahasa Negara Tujuan

Hari 014 dari 60 Persiapan Kuliah di Luar Negeri: Skill Bahasa — TOEFL, IELTS, dan Bahasa Negara Tujuan
Hari 014 Fase 2: Skillset 60 Hari

Skill Bahasa: TOEFL, IELTS, dan Bahasa Negara Tujuan

Bahasa bukan hanya syarat masuk kampus. Bahasa adalah alat untuk belajar, hidup, berkomunikasi, dan bertahan.

Target Calon Mahasiswa LN
Tingkat Persiapan Bahasa
Fokus TOEFL / IELTS / Bahasa Lokal

Banyak orang memulai persiapan studi luar negeri dengan pertanyaan: lebih baik ambil TOEFL atau IELTS? Pertanyaan ini wajar. Tetapi sebelum menjawabnya, kita perlu memahami bahwa bahasa dalam studi luar negeri tidak hanya berfungsi sebagai syarat administratif. Bahasa juga menjadi alat untuk membaca paper, menulis tugas, berdiskusi dengan dosen, presentasi, mengurus administrasi, mencari tempat tinggal, bahkan menjelaskan sakit di rumah sakit.

Bahasa bukan hanya skor.

Skor membuka pintu. Kemampuan bahasa membantu kita bertahan setelah masuk.

1. Jangan Melihat Bahasa Hanya sebagai Syarat Admission

Skor TOEFL atau IELTS memang penting karena banyak universitas dan beasiswa mensyaratkannya. Tetapi setelah diterima, tantangan bahasa tidak berhenti. Kita tetap perlu membaca literatur, menulis laporan, mengirim email, menghadiri seminar, memahami instruksi akademik, dan menjelaskan ide secara lisan.

Karena itu, belajar bahasa sebaiknya tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka. Angka diperlukan, tetapi kemampuan nyata jauh lebih penting untuk menjalani studi.

Skor bahasa = tiket masuk
Kemampuan bahasa = bekal bertahan Keduanya penting, tetapi fungsinya berbeda.
Hati-hati: ada orang yang berhasil mengejar skor, tetapi tetap kesulitan mengikuti diskusi, menulis akademik, atau berkomunikasi dalam kehidupan harian. Jadi, jangan hanya belajar trik tes.

2. TOEFL atau IELTS?

Kalau ada yang bertanya, “saya mau lanjut kuliah, bagusnya persiapan TOEFL atau IELTS?” Maka jawabannya adalah: tergantung. Tergantung program, negara tujuan, persyaratan universitas, jenis beasiswa, dan preferensi personal.

Jangan memilih tes hanya karena teman mengambil tes tertentu. Pilihlah berdasarkan target yang ingin dituju. Ada kampus yang menerima keduanya. Ada yang lebih familiar dengan TOEFL iBT. Ada yang lebih umum menggunakan IELTS. Ada juga seleksi tertentu di negara non-English speaking yang masih menerima TOEFL ITP, meskipun TOEFL iBT atau IELTS biasanya lebih kuat untuk aplikasi internasional.

Pertimbangan TOEFL IELTS
Format Umum Umumnya berbasis komputer, terutama TOEFL iBT. Tersedia computer-based dan paper-based di beberapa tempat.
Speaking Berbicara ke komputer atau sistem rekaman. Biasanya berbicara dengan examiner secara langsung atau video call, tergantung format.
Writing Lebih terintegrasi dengan reading/listening pada beberapa bagian. Memiliki Task 1 dan Task 2 dengan format yang perlu dilatih khusus.
Kesesuaian Bisa cocok untuk yang nyaman dengan format komputer dan struktur akademik terintegrasi. Bisa cocok untuk yang ingin melatih empat skill dengan format yang cukup jelas dan luas diterima.
Keputusan Akhir Tetap harus mengikuti persyaratan universitas, beasiswa, dan program tujuan.
Catatan: TOEFL ITP, TOEFL iBT, IELTS Academic, IELTS General Training, dan tes lain tidak selalu diperlakukan sama. Untuk studi lanjut, biasanya yang dibutuhkan adalah format akademik. Selalu cek syarat resmi.

3. Jenis Program Studi Memengaruhi Pilihan Tes

Untuk program master yang berbasis kuliah atau course-based, TOEFL maupun IELTS biasanya sama-sama dapat diterima, selama sesuai syarat universitas. Namun, untuk program riset, terutama S2 berbasis riset atau S3, kemampuan aktif seperti menulis dan berbicara menjadi sangat penting.

Dalam program riset, kita perlu membaca paper, menulis proposal, berdiskusi dengan supervisor, presentasi progress, dan mungkin menulis paper. Karena itu, tes yang melatih dan mengukur empat skill secara jelas akan sangat membantu, meskipun keputusan akhirnya tetap bergantung pada persyaratan program.

Pertanyaan sebelum memilih tes
  • Apakah program tujuan menerima TOEFL, IELTS, atau keduanya?
  • Apakah ada minimum skor per section?
  • Apakah program meminta IELTS Academic, bukan IELTS General?
  • Apakah TOEFL ITP diterima, atau harus TOEFL iBT?
  • Apakah beasiswa memiliki syarat yang berbeda dari universitas?
  • Apakah skor harus masih valid sampai deadline atau sampai masa enrollment?

4. Jangan Abaikan Skor Per Section

Banyak calon mahasiswa hanya fokus pada skor total. Padahal, beberapa universitas dan beasiswa meminta skor minimum per section. Misalnya overall IELTS 6.5 tetapi tidak boleh ada section di bawah 6.0. Jika writing 5.5, walaupun overall cukup, aplikasi bisa dianggap belum memenuhi syarat.

Karena itu, saat membaca persyaratan bahasa, jangan hanya melihat angka besar. Baca seluruh detailnya: jenis tes, overall score, section score, masa berlaku, dan cara pengiriman skor.

Kesalahan umum: merasa aman karena overall score sudah cukup, padahal writing atau speaking belum memenuhi minimum. Untuk beberapa program, satu section yang kurang bisa membuat aplikasi tidak valid.
Bagian yang Dicek Mengapa Penting?
Overall Score Menentukan apakah skor total memenuhi batas minimum.
Listening Penting untuk kuliah, seminar, instruksi, dan diskusi akademik.
Reading Penting untuk membaca paper, buku, guideline, dan dokumen akademik.
Writing Penting untuk esai, proposal, laporan, tesis, disertasi, dan paper.
Speaking Penting untuk presentasi, wawancara, diskusi supervisor, dan networking.

5. Bangun Skill Pasif Sebelum Skill Aktif

Dalam belajar bahasa, kemampuan mendengar dan membaca sering disebut sebagai skill pasif. Sementara menulis dan berbicara adalah skill aktif. Menurut saya, skill pasif perlu diperkuat terlebih dahulu karena ia menjadi bahan bakar untuk skill aktif.

Kita sulit menulis dengan baik jika jarang membaca tulisan yang baik. Kita sulit berbicara lancar jika jarang mendengar input bahasa yang cukup. Karena itu, sebelum terlalu fokus pada output, perbanyak input yang berkualitas.

Skill Pasif

Listening dan reading. Keduanya membantu memperkaya kosakata, struktur kalimat, cara berpikir, dan pemahaman konteks akademik.

Skill Aktif

Writing dan speaking. Keduanya membutuhkan latihan produksi bahasa, feedback, dan keberanian untuk mencoba meskipun belum sempurna.

Input yang cukup → output yang lebih kuat Mendengar dan membaca memperkuat fondasi untuk menulis dan berbicara.

6. Strategi Belajar Listening dan Reading

Untuk listening, gunakan materi yang memiliki transkrip atau subtitle. Ini membantu kita mencocokkan suara dengan kata, memperbaiki kosakata, dan memahami bagaimana kalimat diucapkan secara alami.

Untuk reading, mulailah dari teks yang sesuai level. Tidak harus langsung membaca paper berat setiap hari. Bisa mulai dari artikel akademik ringan, berita ilmiah, website edukasi, lalu perlahan naik ke journal article.

Latihan skill pasif
  • Dengarkan video berbahasa Inggris dengan subtitle atau transkrip.
  • Catat 5–10 kosakata baru setiap hari.
  • Baca artikel pendek, lalu tulis ringkasan 3–5 kalimat.
  • Gunakan materi IELTS/TOEFL untuk memahami pola soal.
  • Baca abstrak paper sesuai bidang minimal beberapa kali dalam seminggu.
  • Ulangi materi yang sama sampai benar-benar paham, bukan hanya mengejar banyak materi.
Tips: pilih materi yang sedikit menantang, tetapi tidak terlalu sulit. Kalau semua kalimat tidak dipahami, kita mudah frustrasi. Kalau terlalu mudah, peningkatannya lambat.

7. Strategi Belajar Writing dan Speaking

Skill aktif tidak cukup hanya dipelajari secara teori. Writing perlu ditulis. Speaking perlu diucapkan. Banyak orang membaca tips writing dan speaking, tetapi jarang benar-benar latihan.

Untuk writing, mulai dari paragraf kecil. Latih membuat topic sentence, supporting idea, example, dan concluding sentence. Untuk speaking, mulai dari menjawab pertanyaan sederhana, merekam suara sendiri, lalu mengevaluasi kejelasan jawaban.

Skill Latihan Dasar Target Awal
Writing Tulis satu paragraf 100–150 kata. Jelas, rapi, dan memiliki satu ide utama.
Speaking Rekam jawaban 1–2 menit untuk satu pertanyaan. Jawaban tidak harus sempurna, tetapi harus bisa dipahami.
Academic Writing Ringkas satu artikel atau paper pendek. Bisa menyampaikan ide utama dengan bahasa sendiri.
Academic Speaking Jelaskan topik riset atau minat studi secara singkat. Bisa menjelaskan siapa diri kita, bidang, dan tujuan studi.
Catatan: writing dan speaking berkembang lebih cepat jika ada feedback. Mentor, teman belajar, dosen, atau platform latihan bisa sangat membantu melihat kesalahan yang tidak kita sadari.

8. Bahasa Akademik Berbeda dari Bahasa Harian

Bisa berbicara santai dalam bahasa Inggris belum tentu siap menulis proposal. Bisa menonton film tanpa subtitle belum tentu siap membaca paper. Bahasa akademik memiliki kosakata, struktur, dan cara berpikir yang lebih formal.

Karena itu, calon mahasiswa perlu melatih bahasa akademik secara khusus. Misalnya belajar menjelaskan argumen, membandingkan penelitian, menyatakan keterbatasan, menulis latar belakang, dan menyampaikan kontribusi.

Bahasa Harian

“I like this topic because it is interesting and useful.”

Bahasa Akademik

“This topic is relevant because it addresses an underexplored issue in the existing literature and has practical implications for...”

Frasa akademik yang perlu dilatih
  • This study aims to...
  • Previous studies have shown that...
  • However, limited attention has been given to...
  • This gap is important because...
  • The findings may contribute to...
  • One limitation of this approach is...
  • Further research is needed to...

9. Bahasa Negara Tujuan Tetap Penting

Jika studi dilakukan di negara berbahasa Inggris, tentu bahasa Inggris menjadi kebutuhan utama. Tetapi jika studi dilakukan di negara non-English speaking seperti Jepang, Jerman, Korea, Perancis, atau negara lain, bahasa lokal tetap penting meskipun program kuliah memakai bahasa Inggris.

Di Jepang, misalnya, mahasiswa internasional bisa menjalani riset dengan bahasa Inggris. Namun, kehidupan harian tetap sering membutuhkan bahasa Jepang: membaca surat dari kantor kota, membuka rekening, mencari apartemen, ke rumah sakit, bertanya di sekolah anak, atau memahami pengumuman transportasi.

Untuk Administrasi

Kantor kota, bank, asuransi, kontrak rumah, imigrasi, pajak, dan dokumen resmi.

Untuk Kehidupan Harian

Belanja, transportasi, rumah sakit, tetangga, sekolah anak, dan komunikasi dasar.

Untuk Adaptasi Sosial

Memahami budaya, membangun relasi, menghormati lingkungan, dan mengurangi rasa terisolasi.

Realita penting: program berbahasa Inggris tidak otomatis membuat kehidupan harian berjalan dalam bahasa Inggris. Bahasa lokal tetap menjadi modal survival.

10. Jika Membawa Keluarga, Bahasa Lokal Lebih Penting Lagi

Untuk yang membawa keluarga, kemampuan bahasa lokal menjadi lebih penting. Karena yang diurus bukan hanya kampus, tetapi juga apartemen keluarga, rumah sakit, sekolah atau penitipan anak, asuransi kesehatan, dan kebutuhan pasangan.

Anak mungkin masuk sekolah lokal. Pasangan mungkin perlu berkomunikasi saat belanja, ke klinik, atau mengurus administrasi. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan bahasa lokal walaupun dasar bisa sangat membantu mengurangi stres.

Bahasa lokal untuk keluarga
  • Menjelaskan alamat dan identitas dasar.
  • Mengisi formulir sederhana.
  • Bertanya tentang sekolah atau penitipan anak.
  • Menjelaskan gejala sakit di klinik atau rumah sakit.
  • Membaca informasi asuransi dan tagihan dasar.
  • Berkomunikasi dengan tetangga atau pengelola apartemen.
  • Memahami aturan sampah, transportasi, dan fasilitas publik.
IMHO: untuk negara seperti Jepang, minimal bahasa survival sangat membantu. Tidak harus langsung N2 sebelum berangkat, tetapi jangan datang tanpa bekal sama sekali.

11. Roadmap Belajar Bahasa 6 Bulan

Bahasa perlu roadmap. Jika hanya belajar saat mood, progresnya biasanya lambat. Berikut contoh roadmap sederhana enam bulan untuk calon mahasiswa yang masih berada di level dasar-menengah.

Periode Fokus Output Minimal
Bulan 1 Review basic grammar, vocabulary, dan format tes. Mengetahui posisi awal dan target skor.
Bulan 2 Perbanyak listening dan reading dengan materi bertranskrip. Rutinitas input harian 30–60 menit.
Bulan 3 Mulai writing dan speaking dasar. Menulis 2–3 paragraf per minggu dan rekaman speaking singkat.
Bulan 4 Latihan soal TOEFL/IELTS per section. Mengetahui section terlemah dan strategi perbaikannya.
Bulan 5 Simulasi tes dan evaluasi hasil. Skor simulasi mendekati target atau mengetahui gap yang tersisa.
Bulan 6 Fokus kelemahan dan persiapan tes resmi. Siap mengambil tes resmi atau menentukan jadwal tes berikutnya.
Tips: jangan menunda tes resmi terlalu lama jika skor simulasi sudah mendekati target. Tetapi jangan juga mengambil tes resmi tanpa tahu format dan kelemahan sendiri.

12. Belajar Bahasa Perlu Mentor atau Feedback

Belajar mandiri bisa dilakukan, tetapi untuk writing dan speaking, feedback sangat penting. Kita sering tidak sadar dengan kesalahan sendiri: struktur kalimat, pengucapan, pengembangan ide, coherence, atau cara menjawab pertanyaan.

Seperti atlet membutuhkan pelatih, pembelajar bahasa juga sering membutuhkan mentor. Mentor tidak harus selalu kursus mahal. Bisa guru, dosen, teman yang lebih mahir, komunitas belajar, atau platform yang memberi feedback.

Latihan tanpa feedback sering lambat berkembang Feedback membantu melihat blind spot yang tidak kita sadari.

13. Latihan Hari Ini

Audit Bahasa dan Tentukan Tes Target

Hari ini, lakukan audit kemampuan bahasa. Jangan hanya berkata “bahasa Inggris saya kurang”. Buat lebih spesifik: kurang di bagian mana dan butuh apa untuk memperbaikinya?

  1. Tulis negara dan program studi yang Anda targetkan.
  2. Cek apakah program menerima TOEFL, IELTS, atau keduanya.
  3. Catat minimum overall score dan minimum section score.
  4. Tentukan apakah Anda akan fokus TOEFL atau IELTS.
  5. Beri skor 1–5 untuk listening, reading, writing, dan speaking Anda saat ini.
  6. Tulis section yang paling lemah.
  7. Buat jadwal belajar 6 bulan.
  8. Jika negara tujuan bukan negara berbahasa Inggris, tulis target bahasa lokal minimal untuk survival.
  9. Cari satu mentor, teman, atau platform yang bisa memberi feedback writing/speaking.
Output hari ini: satu rencana belajar bahasa 6 bulan yang mencakup TOEFL/IELTS dan bahasa negara tujuan.
Lihat contoh jawaban refleksi

Saya menargetkan program S2/S3 di Jepang. Program yang saya incar menerima IELTS Academic dan TOEFL iBT, tetapi saya memilih IELTS karena ingin melatih empat skill secara seimbang dan formatnya lebih cocok untuk saya. Target minimal saya adalah IELTS 6.5 tanpa section di bawah 6.0. Saat ini kelemahan terbesar saya adalah writing dan speaking. Dalam enam bulan ke depan, saya akan memperbanyak listening dan reading pada dua bulan pertama, lalu mulai latihan writing dan speaking secara rutin pada bulan ketiga. Karena Jepang adalah negara tujuan saya, saya juga akan menyiapkan bahasa Jepang survival untuk administrasi, belanja, rumah sakit, dan komunikasi dasar.

14. Ringkasan Hari Ini

Poin Inti Pembahasan
Bahasa bukan hanya skor Skor diperlukan untuk admission, tetapi kemampuan nyata dibutuhkan untuk studi dan hidup.
TOEFL atau IELTS tergantung target Pilih berdasarkan persyaratan program, negara, beasiswa, dan preferensi personal.
Skor section penting Jangan hanya melihat overall score; cek minimum listening, reading, writing, dan speaking.
Skill pasif mendukung skill aktif Listening dan reading memperkuat fondasi writing dan speaking.
Bahasa akademik perlu dilatih Bahasa untuk paper, proposal, diskusi, dan presentasi berbeda dari bahasa harian.
Bahasa lokal tetap penting Terutama untuk administrasi, kesehatan, apartemen, sekolah anak, dan kehidupan sosial.
Feedback mempercepat progres Writing dan speaking lebih cepat berkembang jika ada mentor atau evaluasi.
Kesimpulan kecil: bahasa adalah salah satu investasi terbesar sebelum studi luar negeri. Ia membantu kita masuk kampus, menjalani studi, mengurus hidup, membangun relasi, dan menjaga diri agar tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🏠 Beranda