Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Hari 002 dari 365 Bahasa Jepang Dasar: ではありません / じゃない

Hari 002 dari 365 Bahasa Jepang Dasar: ではありません / じゃない
Hari 002 Minggu 1 Fase N5

Bahasa Jepang Dasar: ではありません

Hari kedua: belajar mengatakan “bukan” dalam bahasa Jepang, yaitu bentuk negatif dari です.

Target Pemula / Awam
Level JLPT N5
Fokus Kalimat negatif

Kemarin kita belajar pola X は Y です, yang bisa dipahami sebagai “X adalah Y”. Hari ini kita belajar kebalikannya: bagaimana mengatakan “X bukan Y”. Dalam bahasa Jepang, bentuk sopan yang paling aman untuk pemula adalah ではありません.

ではありません

dewa arimasen — artinya bukan atau tidak demikian.

1. Apa itu ではありません?

ではありません adalah bentuk negatif sopan dari です. Jika です dipakai untuk mengatakan “adalah”, maka ではありません dipakai untuk mengatakan “bukan”.

X は Y ではありません X wa Y dewa arimasen = X bukan Y

Perhatikan bahwa bentuk negatif ini biasanya dipakai setelah kata benda atau na-adjective. Untuk tahap awal, cukup gunakan pola ini untuk membuat kalimat sederhana seperti “Saya bukan pelajar”, “Ini bukan buku”, atau “Tanaka bukan orang Jepang”.

Catatan penting: Dalam ではありません, huruf juga dibaca wa. Jadi, pengucapannya adalah dewa arimasen, bukan deha arimasen.

2. Tiga tingkat formalitas: ではありません, じゃありません, じゃない

Dalam percakapan sehari-hari, Anda akan mendengar beberapa bentuk negatif. Artinya mirip, tetapi tingkat kesopanannya berbeda.

Formal

dewa arimasen

Dipakai dalam situasi resmi, tulisan sopan, kelas, kantor, atau ketika berbicara dengan orang yang perlu dihormati.

Sopan sehari-hari

ja arimasen

Lebih ringan daripada ではありません, tetapi masih sopan. Cocok untuk percakapan harian.

Kasual

ja nai

Dipakai dengan teman dekat, keluarga, atau situasi santai. Jangan dipakai sembarangan kepada atasan atau orang yang baru dikenal.

Untuk pemula: Jika ragu, gunakan ではありません atau じゃありません. Bentuk じゃない memang sering terdengar di anime, drama, dan percakapan santai, tetapi bisa terdengar terlalu kasual jika dipakai kepada orang yang belum dekat.

3. Struktur kalimat paling dasar

Bandingkan pola hari pertama dan hari kedua:

Jenis kalimat Pola Arti
Afirmatif X adalah Y
Negatif formal X bukan Y
Negatif sopan sehari-hari X bukan Y
Negatif kasual X bukan Y

4. Contoh kalimat dasar

Contoh 1
Watashi wa gakusei dewa arimasen.
Saya bukan pelajar / mahasiswa.
Contoh 2
Tanaka-san wa sensei ja arimasen.
Bapak/Ibu Tanaka bukan guru.
Contoh 3
Kore wa hon dewa arimasen.
Ini bukan buku.
Contoh 4
Watashi wa nihonjin ja nai.
Saya bukan orang Jepang.
Kasual, dipakai dalam situasi santai.

5. Kosakata hari ini

Kosakata hari ini dipilih agar bisa langsung dipakai dengan pola X は Y ではありません.

Kanji / Kana Romaji Arti
isha dokter
sensei guru / dosen / dokter / orang yang dihormati karena keahliannya
gakusei pelajar / mahasiswa
kaishain karyawan perusahaan
nihonjin orang Jepang
indoneshia-jin orang Indonesia
hon buku
pen pena

6. Cara membaca dan rasa bahasanya

ではありません terdengar lebih formal dan rapi. Bentuk ini cocok untuk tulisan, kelas bahasa, presentasi, kantor, atau ketika kita belum tahu seberapa dekat hubungan kita dengan lawan bicara.

Bentuk aman

Watashi wa isha dewa arimasen.

Saya bukan dokter.

Bentuk santai

Watashi wa isha ja nai.

Saya bukan dokter. Kasual.

Pro tip: Dalam percakapan sehari-hari, じゃありません sering terasa lebih natural daripada ではありません, tetapi masih sopan. Jadi, untuk pemula yang ingin terdengar sopan namun tidak terlalu kaku, じゃありません adalah pilihan yang baik.

7. Kesalahan umum pemula

a. Menggunakan ない langsung setelah kata benda dalam situasi sopan

Kalimat 学生じゃない benar dalam situasi kasual. Tetapi jika Anda berbicara dengan guru, dosen, atasan, atau orang baru, lebih aman memakai 学生ではありません atau 学生じゃありません.

b. Menerjemahkan kata demi kata dari bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia kita mengatakan “Saya bukan guru”. Dalam bahasa Jepang, urutannya tetap mengikuti pola Jepang: 私は先生ではありません. Jangan memindahkan urutan kata Indonesia langsung ke bahasa Jepang.

c. Lupa bahwa は dibaca wa

Dalam 私は dan では, huruf dibaca wa. Ini salah satu kebiasaan awal yang perlu dibangun sejak hari pertama.

8. Mini dialog


Tanaka-san wa isha desu ka.
Apakah Tanaka seorang dokter?


Iie, isha dewa arimasen. Sensei desu.
Tidak, beliau bukan dokter. Beliau guru.

Dalam dialog ini, kita juga melihat kata いいえ, yang berarti “tidak”. Setelah itu, pembicara menjelaskan dengan pola negatif: 医者ではありません.

9. Latihan mandiri

Coba Sendiri

Ubah kalimat afirmatif berikut menjadi kalimat negatif dengan pola X は Y ではありません.

  1. 私は学生です。 → Saya adalah pelajar.
  2. 田中さんは先生です。 → Tanaka adalah guru.
  3. これは本です。 → Ini adalah buku.
  4. 私は日本人です。 → Saya orang Jepang.
  5. これはペンです。 → Ini adalah pena.
Pola bantuan:
私は___ではありません。
田中さんは___ではありません。
これは___ではありません。
Lihat contoh jawaban

  1. Watashi wa gakusei dewa arimasen.
    Saya bukan pelajar.

  2. Tanaka-san wa sensei dewa arimasen.
    Tanaka bukan guru.

  3. Kore wa hon dewa arimasen.
    Ini bukan buku.

  4. Watashi wa nihonjin dewa arimasen.
    Saya bukan orang Jepang.

  5. Kore wa pen dewa arimasen.
    Ini bukan pena.

10. Ringkasan hari ini

Materi utama / dewa arimasen
Makna awal bukan
Pola dasar
Bentuk sehari-hari sopan
Bentuk kasual
Target latihan Bisa mengubah kalimat “X adalah Y” menjadi “X bukan Y”.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🏠 Beranda