Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Perbandingan Kuantitatif

Perbandingan Kuantitatif TPA/TIU + 40 Soal Latihan dan Pembahasan
Seri TPA & TIU Kemampuan Numerik 40 Soal Latihan

Perbandingan Kuantitatif: Tidak Semua Nilai Harus Dihitung Sampai Selesai

Dalam perbandingan kuantitatif, tujuan kita bukan selalu menemukan nilai Kuantitas P dan Q secara lengkap. Sering kali cukup mengetahui tanda, batas nilai, atau hubungan aljabarnya untuk menentukan mana yang lebih besar.

Kategori Kemampuan Numerik
Topik Perbandingan Kuantitatif
Latihan 40 Soal

Pada soal aritmetika biasa, kita sering ditanya: “Berapa nilainya?” Dalam perbandingan kuantitatif, pertanyaannya berubah menjadi: “Bagaimana hubungan dua nilai tersebut?” Perubahan kecil ini membuat strategi pengerjaannya berbeda. Jika hubungan sudah terlihat tanpa menghitung nilai akhir, kita tidak perlu melakukan pekerjaan tambahan.

BANDINGKAN, BUKAN SEKADAR HITUNG

Cari hubungan paling cepat yang cukup untuk menentukan jawabannya.

1. Empat hubungan utama yang perlu dikenali

Kuantitas P P
?
Kuantitas Q Q
Hubungan Makna
P > Q Kuantitas P lebih besar daripada Kuantitas Q.
P < Q Kuantitas P lebih kecil daripada Kuantitas Q.
P = Q Kedua kuantitas mempunyai nilai yang sama.
Tidak dapat ditentukan Informasi yang tersedia memungkinkan lebih dari satu hubungan.

2. “Tidak dapat ditentukan” bukan berarti kita menyerah

Pilihan ini justru merupakan sebuah kesimpulan matematis.

Misalnya:

x + y = 12

bandingkan:

P = x     Q = 6

Kita dapat memilih:

x = 4, y = 8 P < Q
x = 6, y = 6 P = Q
x = 8, y = 4 P > Q

Jadi hubungan P dan Q memang tidak dapat ditentukan secara tunggal.

3. Jangan otomatis mencari nilai setiap variabel

Jika diketahui:

x − y = 7

dan ditanya hubungan:

P = x     Q = y

kita tidak perlu mengetahui nilai x dan y.

Karena:

x = y + 7

maka langsung:

P > Q

4. Sederhanakan kedua sisi sebelum membandingkan

Misalnya:

P = 25% dari 360
Q = 2/5 dari 200

Hitung secukupnya:

P = 90     Q = 80

maka:

P > Q

5. Ubah ke bentuk yang sama

Perbandingan menjadi lebih mudah jika kedua nilai ditulis dalam bentuk sejenis.

P = 7/12
Q = 58%

7/12 ≈ 0,5833
58% = 0,58

sehingga:

P > Q

6. Perkalian silang dapat membandingkan pecahan

Jika penyebut positif:

a/b ? c/d

kita dapat membandingkan:

ad ? bc

Misalnya:

7/12 ? 4/7
7 × 7 = 49
4 × 12 = 48

sehingga:

7/12 > 4/7

7. Tanda positif dan negatif dapat menyelesaikan soal tanpa angka

Jika:

x < 0

bandingkan:

P = x     Q = x²

P pasti negatif, sedangkan Q positif.

P < Q

Kita tidak perlu mengetahui apakah x = −2, −10, atau −0,1.

8. Pangkat dapat mengubah hubungan

Jika:

x > 1

maka:

x² > x

Tetapi untuk:

0 < x < 1

justru:

x² < x
Jangan menggunakan aturan “pangkat dua membuat angka lebih besar” tanpa memperhatikan rentang nilainya.

9. Kuadrat selalu tidak negatif

x² ≥ 0

untuk setiap bilangan real x.

Bahkan:

(x − a)² ≥ 0

sering menjadi alat yang sangat kuat untuk membandingkan dua ekspresi.

10. Selisihkan kedua kuantitas

Misalnya:

P = x² + 1
Q = 2x

Hitung:

P − Q = x² − 2x + 1 = (x − 1)²

Karena:

(x − 1)² ≥ 0

maka P tidak pernah lebih kecil dari Q.

Tetapi P dapat sama dengan Q ketika x = 1, dan lebih besar ketika x ≠ 1.

Hubungan tunggal P ? Q belum dapat ditentukan

11. Perhatikan apakah persamaan memiliki lebih dari satu solusi

Jika:

x² = 25

maka:

x = 5 atau x = −5

Jika membandingkan x dengan 0, hasilnya dapat:

x > 0
atau
x < 0

Maka hubungannya tidak dapat ditentukan.

12. Jangan menghilangkan syarat pada soal

Bandingkan dua kondisi berikut.

x² = 25

menghasilkan x = ±5.

Tetapi:

x² = 25 dan x > 0

hanya menghasilkan:

x = 5

Satu syarat tambahan dapat mengubah jawaban dari “tidak dapat ditentukan” menjadi hubungan yang pasti.

13. Gunakan nilai uji jika rentang masih terlalu luas

Misalnya:

2 < x < 3

bandingkan:

P = x + 4     Q = 6,5

Coba:

x = 2,2 → P = 6,2 < Q
x = 2,8 → P = 6,8 > Q

Dua nilai yang sama-sama memenuhi syarat menghasilkan hubungan berbeda.

Tidak dapat ditentukan

14. Satu contoh tandingan sudah cukup

Untuk membuktikan bahwa hubungan tidak selalu P > Q, kita tidak perlu menguji puluhan nilai.

Cukup temukan dua nilai yang memenuhi syarat dan menghasilkan hubungan berbeda.

Untuk pilihan “tidak dapat ditentukan”, strategi nilai uji sering menjadi cara tercepat.

15. Akar mempunyai perilaku berbeda pada angka antara 0 dan 1

Jika:

0 < x < 1

maka:

√x > x

Contoh:

√0,25 = 0,5 > 0,25

16. Gunakan identitas aljabar

Jika:

a + b = 10
ab = 21

kita tidak perlu mencari a dan b terlebih dahulu untuk menghitung:

a² + b²

karena:

a² + b² = (a + b)² − 2ab
= 100 − 42 = 58

17. Geometri juga dapat dibandingkan tanpa prosedur panjang

Misalnya:

P = luas persegi sisi 9
Q = luas persegi panjang 12 × 7

Maka:

P = 81
Q = 84
P < Q

18. Gunakan estimasi jika selisihnya jelas

Misalnya:

P = √900
Q = 2⁵

√900 = 30 dan 2⁵ = 32.

Untuk angka yang lebih rumit, kadang cukup mengetahui bahwa satu kuantitas berada di sekitar 30 dan lainnya di atas 31.

19. Jangan menganggap dua ekspresi berbeda pasti mempunyai nilai berbeda

Contoh:

P = rata-rata 12, 18, dan 24
Q = 18

P ternyata:

(12 + 18 + 24) ÷ 3 = 18

sehingga:

P = Q

20. Urutan strategi yang efisien

1

Sederhanakan

Kurangi bentuk yang tidak perlu sebelum menghitung nilai lengkap.

2

Samakan bentuk

Pecahan, persen, desimal, atau basis pangkat yang sama.

3

Cari tanda

Positif, negatif, nol, lebih dari satu, atau antara nol dan satu.

4

Selisihkan

P − Q sering lebih sederhana daripada menghitung P dan Q terpisah.

5

Uji batas

Perhatikan nilai terkecil, terbesar, atau titik saat keduanya sama.

6

Cari contoh tandingan

Jika dua nilai sah memberi hubungan berbeda, jawabannya tidak dapat ditentukan.

Latihan Perbandingan Kuantitatif — 40 Soal

Pada setiap soal terdapat Kuantitas P dan Kuantitas Q. Pilih hubungan yang benar. Posisi pilihan jawaban sengaja diacak pada setiap soal, sehingga jangan menghafalkan posisi hubungan tertentu.

Soal 1 Pecahan
Kuantitas P3/4 dari 80
Kuantitas Q60
A. P > Q B. P < Q C. P = Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang memenuhi informasi soal.
Soal 2 Persentase
Kuantitas P15% dari 200
Kuantitas Q1/3 dari 90
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang memenuhi informasi soal.
Soal 3 Pangkat & Akar
Kuantitas P25
Kuantitas Q√900
A. P = Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada nilai yang memenuhi informasi soal. E. P > Q
Soal 4 Operasi Bilangan
Kuantitas P7² − 10
Kuantitas Q3³ + 15
A. P = Q B. P < Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang memenuhi informasi soal.
Soal 5 Aljabar

Diketahui x adalah bilangan real.

Kuantitas Px² + 1
Kuantitas Q2x
A. P > Q B. P < Q C. P = Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan secara tunggal. E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 6 Substitusi

Diketahui x = 4.

Kuantitas P3x + 7
Kuantitas Q5x − 2
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang memenuhi informasi soal.
Soal 7 Tanda Bilangan

Diketahui x < 0.

Kuantitas Px
Kuantitas Q
A. P > Q B. P = Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. P < Q E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 8 Rentang Nilai

Diketahui x > 1.

Kuantitas P
Kuantitas Qx
A. P = Q B. P < Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 9 Bilangan Negatif

Diketahui −1 < x < 0.

Kuantitas P
Kuantitas Q−x
A. P < Q B. P = Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 10 Batas Nilai

Diketahui x > 0.

Kuantitas Px + 1/x
Kuantitas Q2
A. P > Q untuk setiap x. B. P < Q untuk setiap x. C. P = Q untuk setiap x. D. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal. E. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan secara tunggal.
Soal 11 Persamaan

Diketahui x + y = 10.

Kuantitas Px + y
Kuantitas Q10
A. P > Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada pasangan x dan y yang memenuhi. E. P = Q
Soal 12 Selisih

Diketahui x − y = 4.

Kuantitas Px
Kuantitas Qy
A. P = Q B. P < Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada pasangan x dan y yang memenuhi.
Soal 13 Persamaan

Diketahui x + y = 12 dan x > y.

Kuantitas P2x
Kuantitas Q12
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada pasangan x dan y yang memenuhi.
Soal 14 Informasi Tidak Cukup

Diketahui x + y = 12.

Kuantitas Px
Kuantitas Q6
A. P > Q B. P < Q C. P = Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada pasangan x dan y yang memenuhi.
Soal 15 Rasio

Diketahui x > y > 0.

Kuantitas Px/y
Kuantitas Q1
A. P > Q B. P = Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang memenuhi informasi soal.
Soal 16 Konversi
Kuantitas P0,375
Kuantitas Q3/8
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 17 Persentase
Kuantitas P25% dari 360
Kuantitas Q2/5 dari 200
A. P = Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan. E. P > Q
Soal 18 Desimal & Akar
Kuantitas P0,49
Kuantitas Q√0,25
A. P > Q B. P = Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. P < Q E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 19 Pecahan & Persen
Kuantitas P7/12
Kuantitas Q58%
A. P = Q B. P < Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 20 Desimal Berpangkat
Kuantitas P1,2²
Kuantitas Q1,4
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 21 Rata-rata
Kuantitas PRata-rata 12, 18, dan 24
Kuantitas Q18
A. P > Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. P = Q E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 22 Keliling
Kuantitas PKeliling persegi dengan sisi 7 cm
Kuantitas QKeliling persegi panjang 8 cm × 6 cm
A. P > Q B. P = Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 23 Luas
Kuantitas PLuas persegi dengan sisi 9 cm
Kuantitas QLuas persegi panjang 12 cm × 7 cm
A. P < Q B. P = Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 24 Luas
Kuantitas PLuas segitiga dengan alas 12 cm dan tinggi 10 cm
Kuantitas QLuas persegi panjang 6 cm × 10 cm
A. P > Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan. E. P = Q
Soal 25 Lingkaran

Gunakan π = 22/7.

Kuantitas PLuas lingkaran dengan jari-jari 7 cm
Kuantitas Q154 cm²
A. P > Q B. P < Q C. P = Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 26 Kecepatan
Kuantitas PKecepatan menempuh 240 km dalam 4 jam
Kuantitas QKecepatan menempuh 150 km dalam 2,5 jam
A. P > Q B. P < Q C. P = Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 27 Waktu
Kuantitas PWaktu untuk 180 km pada 60 km/jam
Kuantitas QWaktu untuk 210 km pada 70 km/jam
A. P > Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan. E. P = Q
Soal 28 Persentase
Kuantitas PHarga akhir Rp500.000 setelah diskon 20%
Kuantitas Q75% dari Rp520.000
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 29 Beban Kerja
Kuantitas P12 pekerja × 15 hari
Kuantitas Q10 pekerja × 18 hari
A. P = Q B. P > Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 30 Laju Kerja
Kuantitas P1/4 + 1/6
Kuantitas Q1/2
A. P > Q B. P = Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. P < Q E. Tidak ada nilai yang dapat dibandingkan.
Soal 31 Rentang

Diketahui 2 < x < 3.

Kuantitas Px + 4
Kuantitas Q6,5
A. P > Q B. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan secara tunggal. C. P = Q D. P < Q E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 32 Dua Solusi

Diketahui x² = 25.

Kuantitas Px
Kuantitas Q0
A. P > Q B. P < Q C. P = Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan secara tunggal. E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 33 Batas Nilai

Diketahui x ≤ −2.

Kuantitas P
Kuantitas Q4
A. P > Q untuk semua x. B. P = Q untuk semua x. C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan secara tunggal. D. P < Q untuk semua x. E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 34 Akar

Diketahui 0 < x < 1.

Kuantitas P√x
Kuantitas Qx
A. P = Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal. E. P > Q
Soal 35 Kebalikan

Diketahui x > 0.

Kuantitas P1/x
Kuantitas Q0
A. P > Q B. P = Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal.
Soal 36 Kuadrat

Diketahui x ≠ 0.

Kuantitas P
Kuantitas Q0
A. P = Q B. P < Q C. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. D. Tidak ada nilai x yang memenuhi informasi soal. E. P > Q
Soal 37 Dua Variabel

Diketahui a > b > 0.

Kuantitas Pa + b
Kuantitas Q2b
A. P > Q B. P = Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada pasangan a dan b yang memenuhi.
Soal 38 Hasil Kali

Diketahui a > 0, b > 0, dan ab = 1.

Kuantitas Pa + b
Kuantitas Q2
A. P > Q untuk semua pasangan a dan b. B. P < Q untuk semua pasangan a dan b. C. P = Q untuk semua pasangan a dan b. D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan secara tunggal. E. Tidak ada pasangan a dan b yang memenuhi.
Soal 39 Identitas

Diketahui a + b = 0.

Kuantitas P
Kuantitas Q
A. P > Q B. P = Q C. P < Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada pasangan a dan b yang memenuhi.
Soal 40 Identitas Aljabar

Diketahui a + b = 10 dan ab = 21.

Kuantitas Pa² + b²
Kuantitas Q(a − b)²
A. P = Q B. P < Q C. P > Q D. Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan. E. Tidak ada pasangan a dan b yang memenuhi.
Lihat Kunci Jawaban
1. C
2. A
3. E
4. B
5. D
6. B
7. D
8. C
9. A
10. E
11. E
12. C
13. B
14. D
15. A
16. A
17. E
18. D
19. C
20. B
21. D
22. B
23. A
24. E
25. C
26. C
27. E
28. B
29. A
30. D
31. B
32. D
33. C
34. E
35. A
36. E
37. A
38. D
39. B
40. C
Lihat Pembahasan 40 Soal
1. C — P = Q.
3/4 dari 80 = 60. Jadi P = 60 dan Q = 60.
2. A — P = Q.
15% dari 200 = 30.
1/3 dari 90 = 30.
Maka kedua kuantitas sama.
3. E — P > Q.
2⁵ = 32, sedangkan √900 = 30. Maka P > Q.
4. B — P < Q.
P = 49 − 10 = 39.
Q = 27 + 15 = 42.
Jadi P < Q.
5. D — Tidak dapat ditentukan secara tunggal.
P − Q:

x² + 1 − 2x = (x − 1)².

Nilai ini tidak pernah negatif. Ketika x = 1, P = Q. Ketika x ≠ 1, P > Q. Karena hubungan dapat sama atau lebih besar, tidak ada satu hubungan tunggal untuk semua x.
6. B — P > Q.
x = 4.

P = 3(4) + 7 = 19.
Q = 5(4) − 2 = 18.
Maka P > Q.
7. D — P < Q.
x < 0 berarti P = x adalah negatif.
x² selalu positif karena x tidak nol.
Maka P < Q.
8. C — P > Q.
Untuk x > 1, mengalikan x dengan x kembali menghasilkan nilai yang lebih besar: x² > x.
9. A — P < Q.
Misalkan t = −x. Karena −1 < x < 0, maka 0 < t < 1.

P = t², sedangkan Q = t.

Untuk 0 < t < 1, t² < t. Jadi P < Q.
10. E — Tidak dapat ditentukan secara tunggal.
Untuk x > 0:

x + 1/x ≥ 2.

Ketika x = 1, P = Q = 2.

Jika x ≠ 1, P > 2.

Jadi P dapat sama dengan Q atau lebih besar dari Q.
11. E — P = Q.
Informasi langsung menyatakan x + y = 10. Karena P = x + y dan Q = 10, P = Q.
12. C — P > Q.
x − y = 4 berarti:

x = y + 4.

Jadi x selalu 4 lebih besar dari y.
13. B — P > Q.
x + y = 12 dan x > y.

Karena jumlahnya 12, x harus lebih besar dari 6.

Maka 2x > 12.
14. D — Tidak dapat ditentukan.
Dari x + y = 12 saja, x dapat kurang dari, sama dengan, atau lebih dari 6.

Contoh: x = 4, 6, atau 8 semuanya mungkin.
15. A — P > Q.
Karena x > y > 0, membagi keduanya dengan y positif menghasilkan:

x/y > 1.
16. A — P = Q.
3/8 = 0,375.
17. E — P > Q.
P = 25% × 360 = 90.
Q = 2/5 × 200 = 80.
Maka P > Q.
18. D — P < Q.
√0,25 = 0,5.
P = 0,49.
Karena 0,49 < 0,5, P < Q.
19. C — P > Q.
7/12 ≈ 0,5833.
58% = 0,58.
Maka P sedikit lebih besar daripada Q.
20. B — P > Q.
1,2² = 1,44.
Karena 1,44 > 1,4, P > Q.
21. D — P = Q.
Rata-rata:

(12 + 18 + 24) ÷ 3 = 54 ÷ 3 = 18.

Maka P = Q.
22. B — P = Q.
Keliling persegi: 4 × 7 = 28 cm.

Keliling persegi panjang: 2(8 + 6) = 28 cm.
23. A — P < Q.
P = 9 × 9 = 81 cm².
Q = 12 × 7 = 84 cm².
Maka P < Q.
24. E — P = Q.
Luas segitiga: 1/2 × 12 × 10 = 60 cm².

Luas persegi panjang: 6 × 10 = 60 cm².
25. C — P = Q.
Luas lingkaran:

22/7 × 7² = 22 × 7 = 154 cm².

Maka P = Q.
26. C — P = Q.
P = 240 ÷ 4 = 60 km/jam.

Q = 150 ÷ 2,5 = 60 km/jam.
27. E — P = Q.
P = 180 ÷ 60 = 3 jam.

Q = 210 ÷ 70 = 3 jam.
28. B — P > Q.
P = 80% × 500.000 = Rp400.000.

Q = 75% × 520.000 = Rp390.000.

Jadi P > Q.
29. A — P = Q.
P = 12 × 15 = 180.
Q = 10 × 18 = 180.
Maka kedua beban kerja sama.
30. D — P < Q.
P:

1/4 + 1/6 = 3/12 + 2/12 = 5/12.

Q = 1/2 = 6/12.

Maka 5/12 < 6/12.
31. B — Tidak dapat ditentukan.
P = x + 4 dengan 2 < x < 3.

Jika x = 2,2: P = 6,2 < 6,5.

Jika x = 2,8: P = 6,8 > 6,5.

Bahkan x = 2,5 memberi P = Q.
32. D — Tidak dapat ditentukan.
x² = 25 mempunyai dua solusi: x = 5 dan x = −5.

Jika x = 5, P > Q. Jika x = −5, P < Q.
33. C — Tidak dapat ditentukan secara tunggal.
Jika x = −2: P = 4 = Q.

Jika x < −2: x² > 4, sehingga P > Q.

Hubungan dapat sama atau lebih besar.
34. E — P > Q.
Untuk 0 < x < 1:

√x > x.

Contoh: √0,25 = 0,5, dan 0,5 > 0,25.
35. A — P > Q.
Jika x > 0, maka 1/x juga selalu positif.

Q = 0. Maka P > Q.
36. E — P > Q.
Untuk setiap x ≠ 0: x² > 0.

Karena Q = 0, P > Q.
37. A — P > Q.
Bandingkan:

P − Q = a + b − 2b = a − b.

Karena a > b, a − b > 0.

Jadi P > Q.
38. D — Tidak dapat ditentukan secara tunggal.
Karena a dan b positif serta ab = 1:

a + b ≥ 2.

Jika a = b = 1, P = Q.

Jika misalnya a = 2 dan b = 1/2: P = 2,5 > 2.

Jadi P dapat sama dengan Q atau lebih besar.
39. B — P = Q.
a + b = 0 berarti:

b = −a.

Maka:

b² = (−a)² = a².

Jadi P = Q.
40. C — P > Q.
P:

a² + b² = (a + b)² − 2ab = 100 − 42 = 58.

Q:

(a − b)² = (a + b)² − 4ab = 100 − 84 = 16.

Maka P > Q.

21. Cara membaca hasil latihan

Jawaban Benar Interpretasi Latihan
0–15 Fokus pada penyederhanaan bentuk, konversi pecahan–desimal–persen, serta tanda positif dan negatif.
16–25 Perbandingan langsung mulai kuat, tetapi soal variabel dan informasi tidak lengkap masih perlu dilatih.
26–34 Kemampuan membandingkan kuantitas sudah cukup baik. Fokus berikutnya pada batas nilai dan contoh tandingan.
35–40 Kemampuan menyederhanakan, membaca syarat, dan menentukan hubungan kuantitatif pada latihan ini tergolong kuat.
Interpretasi tersebut hanya digunakan sebagai evaluasi latihan dalam artikel ini dan bukan merupakan konversi skor resmi TPA, TIU, atau seleksi tertentu.

22. Bedakan jenis kesalahan Anda

Kode Jenis Kesalahan Contoh
H Hitung berlebihan Mencari x dan y secara lengkap padahal x − y sudah menunjukkan hubungan.
T Tanda Tidak memperhatikan bahwa x negatif sedangkan x² positif.
R Rentang Menggunakan sifat x² > x tanpa memeriksa apakah x berada antara 0 dan 1.
S Syarat Mengabaikan informasi seperti x > 0 atau a > b.
K Kemungkinan Memilih P > Q berdasarkan satu nilai uji saja padahal nilai lain memberi hasil berbeda.
B Bentuk Membandingkan persen dengan pecahan tanpa menyederhanakan keduanya ke bentuk yang mudah.

23. Bandingkan selisih, bukan dua nilai secara terpisah

Jika:

P = 7a + 3b
Q = 5a + 5b

maka:

P − Q = 2a − 2b = 2(a − b)

Jika diketahui a > b, kita langsung tahu:

P − Q > 0
P > Q

Kita tidak perlu mengetahui nilai a maupun b.

24. Pilih nilai uji yang sederhana

Jika syarat:

x > 0

jangan memilih x = 7,438 jika tidak perlu.

Gunakan angka yang mudah:

1/2, 1, 2, 10

terutama pada soal yang ingin mengetahui apakah hubungan berubah pada rentang tertentu.

Nilai uji bukan menebak. Nilai tersebut harus benar-benar memenuhi syarat soal.

25. Periksa titik batas dan titik kesamaan

Jika:

P − Q = (x − 3)²

kita tahu:

P − Q ≥ 0

tetapi ada titik penting:

x = 3

yang membuat:

P = Q

Jadi jangan langsung memilih P > Q jika syarat soal masih mengizinkan titik tersebut.

26. Kenali kapan angka tidak diperlukan

Diketahui:

a > b > 0

Bandingkan:

P = a + 8
Q = b + 8

Karena kedua kuantitas ditambah angka yang sama, hubungan a dan b tidak berubah.

P > Q

Tidak ada satu pun nilai numerik yang perlu dihitung.

27. Lima pertanyaan sebelum memilih jawaban

1

Bentuknya sudah sederhana?

Mungkin dua kuantitas sebenarnya identik setelah disederhanakan.

2

Ada informasi tanda?

Positif, negatif, nol, atau rentang tertentu sangat menentukan.

3

Bisa selisihkan?

Tanda P − Q langsung menunjukkan hubungannya.

4

Ada lebih dari satu kemungkinan?

Uji dua nilai berbeda yang sama-sama memenuhi syarat.

5

Sudah memeriksa titik sama?

Jangan memilih “lebih besar” jika nilai sama masih mungkin terjadi.

6

Perlu menghitung sampai akhir?

Jika hubungan sudah diketahui, berhenti menghitung.

28. Ringkasan strategi

Sederhanakan → Cari Tanda → Selisihkan → Uji Batas → Bandingkan
Bentuk sama Konversikan persen, pecahan, desimal, atau pangkat jika membantu.
Selisih P − Q Jika positif, P > Q; jika negatif, P < Q; jika nol, P = Q.
Tanda bilangan Positif dan negatif sering cukup untuk menentukan hubungan.
Rentang Sifat suatu ekspresi dapat berubah ketika x melewati 0 atau 1.
Kuadrat Gunakan fakta bahwa kuadrat bilangan real tidak negatif.
Nilai uji Gunakan angka sederhana yang memenuhi syarat untuk mencari kemungkinan berbeda.
Titik batas Periksa apakah dua kuantitas dapat sama pada nilai tertentu.
Tidak dapat ditentukan Pilih hanya setelah terbukti ada lebih dari satu hubungan yang mungkin.

Catatan Penyusunan Materi

Literatur TPA yang digunakan untuk menentukan cakupan seri ini menempatkan perbandingan kuantitatif sebagai bagian dari tes kemampuan matematika atau kuantitatif.

Materinya menekankan hubungan dua kuantitas atau bentuk aljabar, termasuk kemungkinan suatu nilai lebih besar, lebih kecil, atau sama dibanding nilai lainnya. Format soal dapat berbeda antara satu latihan dan penyelenggara tes dengan yang lain.

Kerangka “sederhanakan–cari tanda–selisihkan–uji batas–bandingkan”, seluruh contoh, kondisi variabel, 40 soal latihan, pilihan jawaban, kunci, dan pembahasan pada halaman ini disusun secara mandiri untuk FaridSensei.com.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🧠 Materi TPA & TIU 🏠 Beranda