Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Penalaran Analitis

Penalaran Analitis TPA/TIU: Urutan, Posisi & Kondisi + 40 Soal
Seri TPA & TIU Penalaran Analitis 40 Soal Latihan

Penalaran Analitis: Urutan, Posisi & Kondisi

Ketika satu soal memberikan banyak aturan, jangan mencoba mengingat semuanya sekaligus. Ubah kalimat menjadi hubungan singkat, tempatkan aturan yang paling kuat terlebih dahulu, lalu biarkan kemungkinan lainnya mengikuti.

Kategori Penalaran
Topik Analitis & Urutan
Latihan 40 Soal

Penalaran analitis berbeda dari silogisme. Pada silogisme kita banyak bertanya apakah suatu kesimpulan mengikuti premis. Pada penalaran analitis, kita sering harus membangun sebuah susunan terlebih dahulu: siapa berada di urutan berapa, siapa bersebelahan, siapa harus dipilih, dan kombinasi mana yang masih mungkin.

JANGAN SIMPAN DI KEPALA

Pindahkan aturan ke tabel atau coretan sesegera mungkin.

1. Penalaran analitis adalah permainan batasan

Bayangkan lima orang harus ditempatkan pada lima posisi.

1 posisi
2 posisi
3 posisi
4 posisi
5 posisi

Pada awalnya terdapat banyak kemungkinan. Setiap aturan kemudian menghapus sebagian kemungkinan tersebut.

Banyak Kemungkinan → Aturan → Kemungkinan Menyempit → Jawaban

2. Ubah kalimat panjang menjadi notasi singkat

Kalimat:

Budi melakukan presentasi sebelum Citra.

cukup ditulis:

B < C

Kalimat:

Dedi tampil tepat setelah Ani.

dapat ditulis:

A – D

dengan A dan D dianggap sebagai satu blok.

3. “Sebelum” berbeda dengan “tepat sebelum”

Jika:

A sebelum B

A dapat berada beberapa posisi di depan B.

Tetapi:

A tepat sebelum B

berarti keduanya harus berdampingan:

A – B
Jangan mengubah kata “sebelum” menjadi “tepat sebelum” jika soal tidak mengatakannya.

4. Aturan berdampingan sebaiknya dijadikan satu blok

Jika:

R tepat di sebelah kiri S

perlakukan:

[ R S ]

sebagai satu paket.

Daripada menempatkan R dan S secara terpisah, kita cukup memindahkan blok tersebut ke posisi yang memungkinkan.

5. Aturan tetap lebih kuat daripada aturan relatif

Bandingkan:

C berada di posisi ke-3

dengan:

C berada setelah B

Aturan pertama langsung mengunci satu slot. Karena itu, gunakan informasi seperti berikut lebih dahulu:

Posisi tetap C = 3
Posisi terbatas C hanya boleh 2 atau 5
Blok A tepat sebelum D
Larangan B bukan posisi pertama
Urutan relatif E sebelum F

6. Larangan juga merupakan informasi

Aturan:

P tidak boleh berada di posisi pertama atau kelima

langsung menyempitkan P menjadi:

P ∈ {2, 3, 4}

Jangan abaikan aturan negatif. Dalam banyak soal, larangan justru menjadi jalan tercepat menuju jawaban.

7. Kenali tiga jenis pertanyaan utama

1

HARUS benar

Pernyataan harus berlaku pada seluruh susunan yang valid.

2

DAPAT / MUNGKIN benar

Cukup ditemukan satu susunan valid yang membuatnya benar.

3

TIDAK MUNGKIN

Tidak boleh ada satu pun susunan valid yang memenuhi pilihan tersebut.

4

Jika ditambahkan syarat...

Terapkan aturan baru bersama seluruh aturan awal, bukan menggantikannya.

8. Untuk soal “mungkin”, satu contoh cukup

Jika pertanyaan meminta:

Manakah susunan yang mungkin?

kita tidak perlu menemukan semua susunan.

Cukup periksa pilihan satu per satu sampai menemukan satu susunan yang memenuhi seluruh aturan.

9. Untuk soal “harus”, cari kemungkinan tandingan

Jika suatu pilihan dikatakan harus benar, tanyakan:

Bisakah saya membuat satu susunan valid yang membuat pernyataan ini salah?

Jika bisa, berarti pernyataan tersebut tidak wajib benar.

10. Untuk soal “tidak mungkin”, cari kontradiksi

Misalnya aturan:

A – D

artinya D tepat sesudah A.

Jika sebuah pilihan menempatkan:

A di posisi 5 dari 5

maka pilihan itu langsung mustahil karena tidak ada tempat untuk D.

11. Susun rantai aturan

Jika:

B sebelum E

dan:

E sebelum F

maka kita mempunyai:

B < E < F

Walaupun B tidak harus tepat di depan E, B tetap pasti berada sebelum F.

12. Cari konsekuensi tersembunyi

Misalnya:

A tepat sebelum D

dan hanya ada enam posisi.

Maka:

A tidak mungkin posisi 6
D tidak mungkin posisi 1

Informasi seperti ini tidak tertulis langsung, tetapi mengikuti aturan.

13. Gunakan tabel posisi

Objek Posisi Mungkin
A 1, 2, 3, 4
B 1, 2, 3
C 2, 3, 4
D 2, 3, 4, 5

Setiap aturan baru dapat digunakan untuk mencoret posisi yang tidak mungkin.

14. Soal seleksi tidak harus dibuat sebagai urutan

Jika diminta memilih tiga anggota dari enam calon, gunakan dua kolom:

MASUK     |     TIDAK MASUK

Misalnya:

Jika A masuk → B masuk
C dan D tidak boleh bersama
Tepat satu dari E dan F masuk

Bentuk soal berubah, tetapi prinsipnya sama: setiap aturan mengurangi kemungkinan.

15. “Tepat satu” berbeda dengan “setidaknya satu”

Jika dikatakan:

Tepat satu dari E dan F dipilih

maka hanya ada:

E masuk, F tidak
atau
F masuk, E tidak

Keduanya tidak boleh sama-sama masuk dan tidak boleh sama-sama tidak masuk.

16. Ketika syarat baru diberikan, jangan mulai dari nol

Misalnya sebelumnya sudah ditemukan:

B < E < F

kemudian pertanyaan menambahkan:

Jika B berada di posisi 4...

langsung tempatkan B = 4 dan lihat konsekuensinya terhadap E dan F.

Syarat tambahan biasanya membuat masalah menjadi lebih sempit, bukan lebih sulit.

17. Jangan membuat semua kemungkinan jika tidak perlu

Menuliskan seluruh permutasi memang dapat bekerja, tetapi sering membuang waktu.

Cari dahulu aturan yang paling membatasi. Banyak pertanyaan dapat dijawab hanya dengan satu atau dua konsekuensi penting.

18. Urutan kerja yang efisien

Tulis Aturan → Cari Aturan Terkuat → Buat Kerangka → Tambahkan Syarat → Uji Pilihan

Setelah kerangka awal terbentuk, jangan menghapusnya setiap pindah pertanyaan. Gunakan kembali kerangka yang sama selama kelompok soal masih memakai skenario yang sama.

Latihan Penalaran Analitis — 40 Soal

Delapan skenario berikut masing-masing digunakan untuk lima soal. Jangan membuat asumsi selain aturan yang diberikan.

Skenario 1 — Urutan Presentasi

Enam peserta A, B, C, D, E, dan F melakukan presentasi satu kali pada urutan 1–6.

  • B tampil sebelum E.
  • D tampil tepat setelah A.
  • F tampil setelah E.
  • C tidak boleh tampil pertama maupun terakhir.
Soal 1 Mungkin

Manakah urutan yang mungkin?

A. A – D – E – B – C – F B. B – E – F – A – D – C C. B – C – E – F – A – D D. C – B – E – A – D – F E. B – A – C – D – E – F
Soal 2 Harus

Siapakah yang harus tampil sebelum E?

A. B B. C C. A D. D E. F
Soal 3 Syarat Tambahan

Jika B tampil pada urutan keempat, siapakah yang tampil pada urutan ketiga?

A. A B. D C. E D. F E. C
Soal 4 Tidak Mungkin

Manakah yang tidak mungkin benar?

A. F tampil ketiga. B. F tampil kelima. C. F tampil keempat. D. F tampil keenam. E. F tampil setelah E.
Soal 5 Syarat Tambahan

Jika A tampil pada urutan kelima, siapakah yang harus tampil keenam?

A. B B. C C. E D. D E. F

Skenario 2 — Lima Kursi

P, Q, R, S, dan T duduk pada lima kursi yang berjajar dari kiri ke kanan.

  • R tepat di sebelah kiri S.
  • P tidak berada di kursi pertama atau kelima.
  • Q berada di sebelah kiri P.
  • T tidak berdampingan dengan P.
Soal 6 Mungkin

Manakah susunan yang mungkin dari kiri ke kanan?

A. Q – R – S – P – T B. T – Q – P – R – S C. R – S – T – Q – P D. T – P – Q – R – S E. Q – P – T – R – S
Soal 7 Syarat Tambahan

Jika P berada di kursi ketiga, siapa berada di kursi pertama?

A. Q B. R C. S D. T E. P
Soal 8 Syarat Tambahan

Jika T berada di kursi kelima, siapa berada di kursi pertama?

A. R B. P C. Q D. S E. T
Soal 9 Harus

Pasangan manakah yang selalu berdampingan?

A. R dan S B. P dan Q C. P dan R D. Q dan T E. S dan T
Soal 10 Syarat Tambahan

Jika Q berada di kursi pertama, siapa harus berada di kursi kedua?

A. R B. S C. T D. Q E. P

Skenario 3 — Jadwal Lima Kegiatan

Kegiatan A, B, C, D, dan E dijadwalkan satu per hari dari Senin sampai Jumat.

  • A berlangsung sebelum C.
  • D berlangsung tepat sehari setelah B.
  • E berlangsung setelah C.
Soal 11 Mungkin

Manakah jadwal Senin–Jumat yang mungkin?

A. B – A – C – E – D B. A – B – C – D – E C. C – A – B – D – E D. A – C – D – B – E E. A – C – E – B – D
Soal 12 Harus

Kegiatan manakah yang harus berlangsung setelah C?

A. A B. B C. E D. D E. Tidak ada
Soal 13 Syarat Tambahan

Jika B berlangsung pada Senin, kegiatan apa berlangsung pada Rabu?

A. C B. A C. B D. D E. E
Soal 14 Syarat Tambahan

Jika E berlangsung pada Rabu, kegiatan apa berlangsung pada Senin?

A. B B. C C. D D. A E. E
Soal 15 Harus

Pasangan kegiatan manakah yang harus berlangsung pada hari berurutan?

A. B dan D B. A dan C C. C dan E D. A dan B E. D dan E

Skenario 4 — Susunan Lima Buku

Buku J, K, L, M, dan N disusun dari posisi 1 sampai 5 pada sebuah rak.

  • J berada sebelum M.
  • K tidak berdampingan dengan J.
  • L tepat setelah N.
  • M tidak berada di posisi kelima.
Soal 16 Mungkin

Manakah susunan yang mungkin?

A. J – N – L – M – K B. K – J – N – L – M C. N – L – M – J – K D. J – K – N – L – M E. M – J – N – L – K
Soal 17 Harus

Buku apa yang harus berada setelah N?

A. J B. K C. M D. N E. L
Soal 18 Syarat Tambahan

Jika J berada pada posisi ketiga, buku apa berada pada posisi pertama?

A. J B. K C. M D. N E. L
Soal 19 Syarat Tambahan

Jika K berada pada posisi ketiga, buku apa berada pada posisi kedua?

A. J B. N C. M D. L E. K
Soal 20 Syarat Tambahan

Jika M berada pada posisi kedua, buku apa harus berada pada posisi pertama?

A. N B. J C. L D. K E. M

Skenario 5 — Seleksi Tiga Anggota

Sebuah tim terdiri atas tepat tiga orang yang dipilih dari A, B, C, D, E, dan F.

  • Jika A dipilih, B juga harus dipilih.
  • C dan D tidak boleh dipilih bersama.
  • Tepat satu dari E dan F harus dipilih.
Soal 21 Harus

Siapakah yang harus selalu menjadi anggota tim?

A. A B. C C. E D. B E. F
Soal 22 Mungkin

Manakah tim yang mungkin dibentuk?

A. A, C, E B. A, B, E C. B, C, D D. B, E, F E. A, D, F
Soal 23 Implikasi

Jika A dipilih, siapa juga harus dipilih?

A. B B. C C. D D. E E. F
Soal 24 Larangan

Jika C dipilih, siapa yang tidak boleh dipilih?

A. A B. B C. E D. F E. D
Soal 25 Tepat Satu

Pasangan manakah yang harus memiliki tepat satu anggota terpilih?

A. A dan B B. C dan D C. E dan F D. A dan C E. B dan D

Skenario 6 — Urutan Lima Sesi

Sesi K, L, M, N, dan O diselenggarakan pada urutan 1–5.

  • L berlangsung sebelum N.
  • M berlangsung tepat setelah K.
  • O hanya boleh berada pada urutan pertama atau kelima.
Soal 26 Mungkin

Manakah urutan yang mungkin?

A. K – L – M – N – O B. O – N – L – K – M C. O – L – N – K – M D. L – M – K – N – O E. K – M – N – L – O
Soal 27 Syarat Tambahan

Jika O berada kelima dan K berada kedua, sesi apa berada ketiga?

A. K B. L C. N D. O E. M
Soal 28 Syarat Tambahan

Jika O berada pertama dan N berada ketiga, sesi apa berada keempat?

A. L B. K C. M D. N E. O
Soal 29 Harus

Pasangan sesi manakah yang harus berlangsung berurutan?

A. K dan M B. L dan N C. O dan L D. N dan O E. K dan O
Soal 30 Syarat Tambahan

Jika K berada pertama, O harus berada pada urutan...

A. pertama B. kedua C. keempat D. kelima E. ketiga

Skenario 7 — Pemrosesan Dokumen

Enam dokumen U, V, W, X, Y, dan Z diproses satu per satu pada urutan 1–6.

  • V diproses sebelum X.
  • Y diproses tepat setelah W.
  • Z diproses setelah X.
  • U tidak diproses pertama.
Soal 31 Mungkin

Manakah urutan yang mungkin?

A. U – V – X – Z – W – Y B. V – X – Z – W – Y – U C. W – V – Y – X – Z – U D. V – Z – X – W – Y – U E. X – V – Z – W – Y – U
Soal 32 Harus

Manakah hubungan berikut yang harus benar?

A. U sebelum V. B. Y sebelum W. C. Z sebelum X. D. X sebelum Z. E. X tepat sebelum Z.
Soal 33 Syarat Tambahan

Jika W diproses pertama, dokumen apa diproses kedua?

A. U B. V C. Y D. X E. Z
Soal 34 Syarat Tambahan

Jika V diproses keempat, dokumen apa diproses kelima?

A. U B. V C. W D. Y E. X
Soal 35 Syarat Tambahan

Jika Z diproses ketiga, dokumen apa harus diproses pertama?

A. V B. W C. U D. Y E. X

Skenario 8 — Peringkat Lima Peserta

H, I, J, K, dan L memperoleh peringkat 1–5. Peringkat 1 adalah yang tertinggi.

  • H memperoleh peringkat lebih tinggi daripada J.
  • I memperoleh peringkat lebih tinggi daripada K.
  • L berada tepat satu peringkat di bawah H.
  • J tidak berada pada peringkat kelima.
Soal 36 Mungkin

Manakah susunan peringkat 1–5 yang mungkin?

A. I – K – H – L – J B. H – I – L – J – K C. L – H – I – J – K D. H – L – I – K – J E. H – L – J – I – K
Soal 37 Harus

Siapakah yang harus berada pada peringkat kelima?

A. K B. H C. I D. J E. L
Soal 38 Syarat Tambahan

Jika I berada pada peringkat pertama, H berada pada peringkat...

A. kelima B. keempat C. ketiga D. kedua E. pertama
Soal 39 Syarat Tambahan

Jika J berada pada peringkat ketiga, siapa berada pada peringkat pertama?

A. I B. H C. K D. L E. J
Soal 40 Harus

Pasangan mana yang harus berada pada peringkat berurutan?

A. I dan K B. H dan J C. H dan L D. J dan K E. I dan J
Lihat Kunci Jawaban
1. C
2. A
3. E
4. B
5. D
6. B
7. D
8. C
9. A
10. E
11. E
12. C
13. B
14. D
15. A
16. A
17. E
18. D
19. C
20. B
21. D
22. B
23. A
24. E
25. C
26. C
27. E
28. B
29. A
30. D
31. B
32. D
33. C
34. E
35. A
36. E
37. A
38. D
39. B
40. C
Lihat Pembahasan 40 Soal
1. C.
B – C – E – F – A – D memenuhi seluruh aturan: B sebelum E, F setelah E, A tepat sebelum D, dan C tidak berada di ujung.
2. A — B.
Premis langsung menyatakan B harus berada sebelum E.
3. E — C.
Jika B keempat, E harus kelima dan F keenam. Blok A–D kemudian harus berada pada posisi 1–2, sehingga C berada pada posisi ketiga.
4. B — F tidak mungkin kelima.
F dapat muncul pada posisi ketiga, keempat, atau keenam dalam susunan yang valid, tetapi tidak pada posisi kelima.
5. D — D.
D selalu tepat setelah A. Jika A kelima, D harus keenam.
6. B.
T – Q – P – R – S memenuhi seluruh aturan. R tepat sebelum S, Q di kiri P, P tidak di ujung, dan T tidak berdampingan dengan P.
7. D — T.
Jika P ketiga, susunan yang memenuhi aturan adalah T – Q – P – R – S. Jadi T berada pertama.
8. C — Q.
Jika T kelima, susunan yang valid adalah Q – P – R – S – T.
9. A — R dan S.
R selalu tepat di sebelah kiri S, sehingga keduanya selalu berdampingan.
10. E — P.
Jika Q pertama, susunan validnya Q – P – R – S – T. P berada kedua.
11. E.
A – C – E – B – D memenuhi: A sebelum C, E setelah C, dan D tepat setelah B.
12. C — E.
E secara langsung disyaratkan berlangsung setelah C.
13. B — A.
Jika B Senin, D harus Selasa. Sisa aturan memaksa A Rabu, C Kamis, E Jumat.
14. D — A.
Jika E Rabu, C harus berada sebelum E dan A harus sebelum C. Maka A Senin dan C Selasa. B–D menempati Kamis–Jumat.
15. A — B dan D.
D selalu berlangsung tepat sehari setelah B.
16. A.
J – N – L – M – K memenuhi seluruh aturan: J sebelum M, K tidak berdampingan dengan J, N tepat sebelum L, dan M bukan posisi kelima.
17. E — L.
L selalu tepat setelah N.
18. D — N.
Jika J berada ketiga, susunan yang memenuhi seluruh aturan adalah N – L – J – M – K.
19. C — M.
Jika K berada ketiga, susunan yang valid adalah J – M – K – N – L. Jadi M berada kedua.
20. B — J.
Jika M kedua, J harus berada sebelum M. Satu-satunya posisi yang tersedia sebelum posisi kedua adalah posisi pertama.
21. D — B.
Semua tim valid selalu memuat B. Jika A masuk, B diwajibkan. Jika A tidak masuk, dengan struktur aturan yang tersedia tim valid tetap membutuhkan B untuk mencapai tiga anggota tanpa melanggar pasangan C–D dan E–F.
22. B — A, B, E.
A mengharuskan B, keduanya masuk, dan tepat satu dari E atau F dipilih. Tim A–B–E memenuhi semua aturan.
23. A — B.
Aturan langsung menyatakan: jika A dipilih, B juga harus dipilih.
24. E — D.
C dan D tidak boleh dipilih bersama. Karena C sudah dipilih, D harus dikeluarkan.
25. C — E dan F.
Aturan menyatakan tepat satu dari E dan F harus dipilih.
26. C.
O – L – N – K – M memenuhi: L sebelum N, K tepat sebelum M, dan O berada pada salah satu ujung.
27. E — M.
O kelima dan K kedua. Karena M harus tepat setelah K, M berada ketiga.
28. B — K.
Jika O pertama dan N ketiga, L harus berada sebelum N sehingga L kedua. Sisa K–M harus menempati posisi 4–5. Jadi K keempat.
29. A — K dan M.
M selalu tepat setelah K.
30. D — kelima.
Jika K pertama, M kedua. L harus sebelum N sehingga L dan N menempati posisi 3–4. O hanya boleh pertama atau kelima. Karena posisi pertama sudah ditempati K, O harus kelima.
31. B.
V – X – Z – W – Y – U memenuhi seluruh aturan: V sebelum X, Z setelah X, W tepat sebelum Y, dan U tidak pertama.
32. D — X sebelum Z.
Aturan langsung menyatakan Z diproses setelah X, sehingga X selalu mendahului Z.
33. C — Y.
Y harus selalu tepat setelah W. Jika W pertama, Y otomatis kedua.
34. E — X.
Jika V keempat, satu-satunya susunan valid adalah W – Y – U – V – X – Z. Jadi X kelima.
35. A — V.
Z ketiga berarti X harus berada sebelum Z, dan V harus berada sebelum X. Maka rantai V < X < Z memaksa V pertama dan X kedua.
36. E.
H – L – J – I – K memenuhi seluruh aturan: H di atas J, I di atas K, L tepat di bawah H, dan J tidak kelima.
37. A — K.
Dari seluruh susunan yang memenuhi aturan, K selalu berada pada posisi kelima.
38. D — kedua.
Jika I berada pertama, susunannya menjadi I – H – L – J – K. H berada kedua.
39. B — H.
Jika J ketiga, susunan yang memenuhi seluruh aturan adalah H – L – J – I – K. H berada pertama.
40. C — H dan L.
L selalu tepat satu peringkat di bawah H, sehingga keduanya selalu berurutan.

19. Cara membaca hasil latihan

Jawaban Benar Interpretasi Latihan
0–15 Fokus pada menerjemahkan kalimat menjadi aturan singkat, terutama sebelum–sesudah, berdampingan, dan larangan.
16–25 Dasar penyusunan sudah mulai terbentuk, tetapi soal “harus”, “mungkin”, dan “tidak mungkin” masih perlu dibedakan.
26–34 Kemampuan analitis pada latihan ini sudah cukup baik. Fokus berikutnya pada syarat tambahan dan konsekuensi tidak langsung.
35–40 Kemampuan mengubah aturan menjadi susunan, menelusuri kemungkinan, dan menemukan konsekuensi pada latihan ini tergolong kuat.
Interpretasi tersebut hanya digunakan untuk mengevaluasi latihan dalam artikel ini. Ini bukan konversi skor resmi TPA, TIU, ataupun seleksi tertentu.

20. Kenali jenis kesalahan Anda

Kode Jenis Kesalahan Contoh
U Urutan Menganggap “A sebelum B” berarti A tepat di depan B.
B Blok Memisahkan dua objek yang seharusnya selalu berdampingan.
L Larangan Lupa bahwa suatu objek tidak boleh menempati posisi tertentu.
S Syarat tambahan Mengganti aturan lama dengan aturan baru, bukan menggabungkannya.
M Makna pertanyaan Mencari yang harus benar padahal soal bertanya yang mungkin benar.
A Asumsi Menambahkan hubungan yang tidak pernah diberikan.

21. Bedakan “harus” dan “mungkin”

HARUS Benar pada setiap susunan valid.
MUNGKIN Cukup benar pada satu susunan valid.
TIDAK MUNGKIN Tidak benar pada susunan valid mana pun.

Perbedaan ini terlihat kecil, tetapi menentukan cara kita menguji pilihan.

22. Bangun blok sebelum mengisi slot

Misalnya terdapat enam posisi dan aturan:

D tepat setelah A

jangan berpikir tentang A dan D secara terpisah.

[ A D ]

Sekarang kita hanya perlu menentukan di mana blok tersebut dapat ditempatkan.

1–2   2–3   3–4   4–5   5–6

23. Gabungkan aturan menjadi rantai

Dari:

B sebelum E
E sebelum F

tulis saja:

B < E < F

Jika kemudian diketahui B berada pada posisi keempat dari enam posisi, hanya tersedia posisi 5 dan 6 untuk E dan F.

Maka:

E = 5    F = 6

24. Gunakan pilihan jawaban sebagai simulasi kecil

Pada pertanyaan:

Manakah susunan yang mungkin?

tidak selalu perlu membuat seluruh susunan sendiri.

Ambil pilihan A, periksa aturan satu demi satu. Begitu satu aturan dilanggar, langsung coret.

Satu pelanggaran sudah cukup untuk menolak sebuah susunan. Kita tidak perlu memeriksa aturan sisanya.

25. Syarat tambahan justru mempersempit masalah

Banyak peserta merasa soal menjadi lebih sulit ketika berbunyi:

“Jika C berada di posisi ketiga...”

Padahal kita baru saja memperoleh satu posisi gratis.

C = 3

Tempatkan informasi tersebut, kemudian lihat aturan mana yang langsung terpengaruh.

26. Untuk seleksi, gunakan rantai masuk–keluar

Misalnya:

A masuk → B masuk

dan:

B tidak masuk

maka A juga tidak mungkin masuk.

A masuk → B masuk
B keluar → A keluar

Ini merupakan kontraposisi dari aturan seleksi tersebut.

27. Enam pertanyaan sebelum memilih jawaban

1

Apa jenis pertanyaannya?

Harus, mungkin, atau tidak mungkin?

2

Ada posisi tetap?

Isi slot yang sudah pasti terlebih dahulu.

3

Ada blok?

Gabungkan objek yang harus berdampingan.

4

Ada rantai?

Gabungkan A sebelum B dan B sebelum C.

5

Ada larangan?

Coret posisi atau pasangan yang mustahil.

6

Perlu semua kemungkinan?

Jika tidak, berhenti setelah bukti yang dibutuhkan ditemukan.

28. Ringkasan strategi

Ubah Aturan → Cari Batas → Susun → Tambahkan Kondisi → Uji
Sebelum Hanya menentukan arah urutan, tidak harus berdampingan.
Tepat sebelum/sesudah Jadikan kedua objek sebagai satu blok.
Posisi tetap Masukkan terlebih dahulu karena paling membatasi.
Larangan Coret posisi yang tidak mungkin.
Harus benar Harus berlaku pada setiap susunan valid.
Mungkin benar Cukup ditemukan satu contoh valid.
Tidak mungkin Cari konflik dengan minimal satu aturan.
Syarat tambahan Digabung dengan aturan awal dan biasanya mempersempit kemungkinan.
Seleksi Gunakan catatan masuk–keluar, bukan selalu tabel urutan.
Prinsip utama Jangan menyelesaikan masalah yang lebih besar daripada yang ditanyakan.

Catatan Penyusunan Materi

Literatur TPA yang digunakan untuk menentukan cakupan seri ini memasukkan penalaran analitis atau logika analitis sebagai bagian dari kemampuan penalaran.

Bentuk latihan dalam literatur menunjukkan bahwa sekumpulan aturan dapat digunakan untuk menentukan urutan presentasi, posisi, penempatan, serta kemungkinan atau ketidakmungkinan suatu susunan.

Pokok tersebut digunakan hanya untuk menentukan jenis kemampuan yang perlu dilatih.

Kerangka “ubah aturan–cari batas–susun–tambahkan kondisi–uji”, seluruh skenario, nama dan simbol, aturan, 40 soal latihan, pilihan jawaban, kunci, serta pembahasannya disusun secara mandiri untuk FaridSensei.com.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🧠 Materi TPA & TIU 🏠 Beranda