Muhammad Farid Maricar, B.Eng., M.Eng.,

Catatan, tulisan, riset, refleksi, dan dokumentasi pembelajaran Muhammad Farid Maricar.

← Kembali ke Beranda

Simulasi DAS dan Surface Runoff

Simulasi DAS dan Saluran Terbuka: Runoff, Infiltrasi, Vegetasi, dan Countermeasure
Hidrologi Saluran Terbuka Interaktif Blogger

Simulasi DAS dan Saluran Terbuka

Simulator ini memperlihatkan bagaimana curah hujan, vegetasi, kemiringan lereng, jenis tanah, area kedap, dan berbagai tindakan konservasi memengaruhi intersepsi, infiltrasi, runoff, puncak debit, serta respon saluran terbuka di hilir.

FokusRunoff, infiltrasi, vegetasi, saluran terbuka
Tipe modelModel pendidikan konseptual + respon saluran
CatatanUntuk pembelajaran, bukan pengganti desain rinci

1. Pengaturan parameter

Ubah kondisi hujan, karakter DAS, geometri saluran, dan tindakan konservasi. Tombol preset dapat digunakan untuk melihat perbedaan kondisi hutan, pertanian, urban, dan skenario konservasi.

Hujan dan DAS

Bagian ini menentukan berapa banyak air jatuh ke DAS dan seberapa cepat air itu berubah menjadi limpasan.

60 mm/jam
2,0 jam
50 ha
8 %
Loam

Penutup lahan

Vegetasi meningkatkan intersepsi dan infiltrasi. Permukaan kedap meningkatkan limpasan dan mempercepat respon hidrograf.

60 %
15 %
0,10
0,18
1,20 m

Saluran terbuka di hilir

Debit runoff dari DAS dialirkan ke saluran terbuka berbentuk persegi panjang dengan pendekatan Manning.

3,0 m
0,0030
0,030
300 m
1,0 x

Countermeasure / konservasi

Tindakan ini bekerja dengan menambah intersepsi, infiltrasi, penyimpanan sementara, atau mengurangi erosi serta puncak limpasan.

2. Visualisasi simulasi

Gambar berikut memperlihatkan alur konseptual air dari hujan → intersepsi → infiltrasi → limpasan → saluran terbuka. Besaran aliran dan tinggi muka air di saluran akan menyesuaikan dengan parameter yang dipilih.

Visualisasi DAS, lereng, dan saluran terbuka Partikel limpasan dan muka air saluran berubah sesuai hasil perhitungan
Air / muka air Limpasan permukaan Vegetasi Infiltrasi ke tanah Countermeasure konservasi

3. Pembacaan hasil

Kondisi awal relatif seimbang. Ubah penutup lahan atau intensitas hujan untuk melihat perubahan runoff dan respon saluran.
Curah hujan total120 mmKedalaman hujan selama satu kejadian.
Intersepsi4 mmAir yang tertahan lebih dulu oleh tajuk vegetasi.
Infiltrasi35 mmAir yang berhasil masuk ke tanah.
Runoff event70 mmLimpasan permukaan yang menuju saluran.
Koefisien runoff0,58Perbandingan limpasan terhadap hujan total.
Debit puncak4,85 m3/sDiperoleh dengan pendekatan rasional yang dimodifikasi.
Waktu ke puncak28 minDipengaruhi luas DAS, lereng, dan kondisi penutup lahan.
Indeks erosiSedangIndeks relatif, bukan sediment yield absolut.
Kedalaman air di saluran0,78 mKedalaman normal aproksimasi pada saluran hilir.
Kecepatan saluran1,62 m/sKecepatan rata-rata di penampang saluran.
Status saluranAmanDibandingkan dengan kedalaman tebing yang ditetapkan.
Reduksi Q puncak0 %Dibandingkan skenario tanpa countermeasure.
Hidrograf sederhanaMerah = baseline, biru = dengan countermeasure
Neraca air kejadianIntersepsi, ET, infiltrasi, dan runoff

Ringkasan komponen dan pengaruhnya

Komponen Apa yang dilakukan Dampak pada runoff / saluran

4. Teori singkat

Bagian ini merangkum konsep yang dipakai simulator. Formulanya disederhanakan agar cocok untuk pembelajaran konsep dasar.

A. Neraca air kejadian hujan

Untuk satu kejadian hujan, air yang jatuh ke DAS dibagi menjadi beberapa komponen utama: intersepsi, evapotranspirasi kejadian, infiltrasi, dan runoff permukaan.

P = I + ET + F + RP = hujan total; I = intersepsi; ET = evapotranspirasi; F = infiltrasi; R = runoff

Vegetasi umumnya meningkatkan I dan F, sedangkan area kedap menurunkan F dan memperbesar R. Lereng yang lebih curam juga cenderung menaikkan runoff karena waktu kontak air dengan tanah menjadi lebih singkat.

B. Debit puncak sederhana

Simulator memakai bentuk pendekatan rasional yang dimodifikasi untuk menunjukkan hubungan antara koefisien runoff, intensitas hujan, dan luas DAS.

Qp = 0,278 · C · i · AQp dalam m3/s; C = koefisien runoff; i = intensitas hujan (mm/jam); A = luas DAS (km2)

Countermeasure seperti kolam retensi, terasering, sabuk vegetasi, dan parit resapan di sini bekerja dengan menurunkan C atau mereduksi puncak hidrograf.

C. Respon saluran terbuka

Debit limpasan dari DAS masuk ke saluran terbuka berbentuk persegi panjang. Kedalaman normal dihitung secara numerik dari persamaan Manning.

Q = \(\frac{1}{n}\) A R2/3 S01/2A = luas aliran; R = jari-jari hidrolik; S0 = kemiringan dasar; n = Manning

Jika kedalaman hasil perhitungan lebih besar dari kedalaman tebing saluran, simulator menandai adanya potensi limpasan keluar saluran.

D. Erosi dan konservasi

Indeks erosi dalam simulator adalah indikator relatif yang meningkat bila limpasan besar, lereng curam, vegetasi rendah, dan tanah lebih mudah tererosi. Sabuk vegetasi, reforestasi, check dam, dan terasering akan menurunkan indeks ini.

Catatan penting: simulator ini ditujukan untuk pembelajaran konseptual. Ia tidak menggantikan analisis hidrologi rinci, model infiltrasi fisik penuh, routing sungai detail, ataupun desain konservasi tanah dan air secara profesional.

Komentar

Lanjutkan membaca dari halaman asal

Gunakan menu ini untuk kembali ke halaman daftar materi atau halaman sebelumnya.

🇯🇵 Daftar Bahasa Jepang 🇬🇧 Daftar IELTS 🎓 Persiapan Studi 🏠 Beranda